Convoy Leader

pwt

Convoy, dalam bentuk apapun perlu keharmonisan. Sepeda motor, mobil ataupun kendaraan roda lebih dari 4, jikalau berjalan beriringan perlu keserasian agar tampak indah. Convoy seperti halnya persatuan baris berbaris atau peleton inti. Ada keseragaman langkah, keterpaduan gerak dalam satu komando. Anggota harus tunduk atas aba-aba pimpinan.
Ertiga yang tergabung dalam erci memiliki aturan dalam berconvoy. Tidak seenaknya sendiri. Karena erci taat dan tunduk terhadap rambu-rambu lali lintas. Erci menjunjung tinggi etika dalam berkendaraan. Erci hanya mempertontonkan bahwa berkendaraan di jalan umum harus dinikmati bersama dengan pengguna jalan lain. Oleh karenanya, dalam melakukan arak-arakan kendaraan harus ada yang mengatur. Dikomando dalam satu gerak.
Itulah tugas leader convoy. Tugas yang tidak ringan. Karena ia harus tahu persis kondisi jalan, mengetahui dengan tepat kebiasaan berlalu-lintas. Saat orang lain asyik mendengarkan musik, seorang leader justru konsentrasi penuh dengan alat komunikasi yang sewaktu-waktu dapat memerintahkan kepada asisten ataupun anggotanya. Kesiapan yang dibutuhkan oleh seorang leader minimal :
Pertama jaga kondisi fisik. Convoy leader harus mempersiapkan kondisi fisik manakala akan melakukan convoy. Bisa diibaratkan membutuhkan kondisi prima dua kali lebih besar dari pada anggota atau member. Apalagi saat memimpin barisan yang menyita waktu sampai 5 jam lebih. Convoy leader dan swepper harus selalu terkoneksi setiap saat.
Kedua jaga emosi. Jikalau komandan pasukan inti memiliki emosi yang labil, bisa dipastikan barisan akan kacau. Pemimpin barisan harus mengetahui kondisi anggota. Saat pasukan sudah memudar, pemimpin tidak boleh semena-mena menggunakan formasi langkah tegap. Demikian pula convoy leader. Saat anggota sudah mulai letih, ia harus mampu mengendalikan barisannya. Berhenti sejenak melepas penat namun sekaligus memberi semangat.
Emosi juga kaitannya dengan komunikasi. Leader harus memilih kalimat yang tepat saat berkendaraan. Berilah arahan yang detil sebelum berangkat dengan kondisi jalan dan cuaca. Alay navigasi sangat diperlukan disamping juga kondisi alat komunikasi. Pastikan bahwa alat komunikasi dapat digunakan dengan baik.
Ketiga kemampuan loby. Hubungan personal dengan orang lain harus dijaga dengan baik. Tidak semua orang memiliki kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Namun kemampuan ini bisa dipelajari. Meloby memiliki cara tersendiri dan unik dalam arti setiap orang punya kekhasan dalam berkomunikasi.
Keempat jam terbang. Harus diakui bahwa jam terbang seorang leader memiliki potensi yang amat besar dalam memimpin arak-arakan kendaraan. Hafal terhadap kondisi jalan akan mempermudah jalannya convoy. Di kilometer sekian ada ini, si kilometer sekian ada itu, leader bisa mengatur ritme convoy. Navigasi telah tertanam dalam otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *