Menikmati Kehidupan

kehidupan

Dimanakah sekarang Anda berada? Di kantor, kampus, taman, atau sedang di rumah? Bahkan mungkin Anda sedang dalam perjalanan? Dimanapun saat ini Anda berada, pertanyaan berikut : enjoykah Anda? Ya. Menikmati aktifitas mestilah harus rasa enjoy, tanpa paksaan, tidak juga merasa tertekan.

Aktifitas yang rutin kita kerjakan merupakan keharusan. Loh kok bisa? Ya. Bekerja adalah kewajiban. Kuliah merupakan keharusan bagi mahasiswa. Sekolah juga kewajiban bagi siswa. Istirahat, bersantai, olahraga, nonton pertunjukan, apakah bukan suatu kewajiban? Tentu iya. Istirahat adalah saat meregangkan otot dan pikiran. Tidak mungkin bekerja secara terus menerus. Ada hak otak dan otot untuk relaksasi, sekalipun hati berkata “lanjutkan”.  Olahraga adalah sarana yang tepat membakar kalori. Kalori yang tertanam harus kita enyahkan, bila kolesterol ingin lenyap. Bermain musik adalah sarana untuk meredakan pikiran. Bermusik adalah mengembangkan apresiasi sekaligus mempertajam inspirasi. Semua kegiatan di atas bisa dirasakan manfaatnya, tergantung seberapa besar kita bisa menyerap kenikmatan hidup.

Melakukan pekerjaan yang tidak dibarengi dengan suasana yang nyaman, akan menghasilkan karya yang kurang baik. Pekerjaan yang tidak dihiasi dengan enjoy, akan menghasilkan kemubadziran. Ada lapisan-lapisan yang terlihat bopeng, tidak halus, dari pekerjaan itu. Membuat semangkok mie goreng yang akan dihidangkan kepada seseorang yang dijiwai dengan hati kurang senang, akan membuat masakan terasa hambar. Mie goreng tidak terasa mak nyus. Kelezatan akan sirna bersama uap masakan. Anda berangkat sekolah atau kuliah, apabila diliputi dengan wajah muram, niat yang tidak bening, saya yakin bahwa sejak  langkah pertama hingga keluar dari ruang kelas, akan sia-sia belaka.

Dalam bekerja, agar target bisa tercapai sesuai dengan keinginan, membutuhkan niat yang bulat. Perlu kerjasama dengan orang lain, suasana kerja yang nyaman dan kondusif. Semua saling kait-mengkait. Ibarat sebuah mesin yang digerakkan oleh barbagai ragam roda yang dihubungkan dengan rantai. Bila sebuah roda dalam berputar tidak lagi sejalan dengan roda lain, dapat dipastikan kerja mesin menjadi tidak optimal. Namun, untuk mendapatkan itu semua tidak gampang. Cita-cita yang sudah dibentuk dari rumah, akan berantakan dalam perjalanan. Listrik mati, komputer hang, printer ngadat. Atau bisa juga datang secara tiba-tiba problem non teknis, yang kadang masalah ini justru sering dijumpai. Bagi yang sedang menuntut ilmu, juga bisa ditemui hal serupa. Sehingga yang mestinya bisa mengikuti kuliah atau bimbingan dari dosen, menjadi tidak bisa berkonsentrasi. Kasus klasik : kiriman uang belum datang, dosen membosankan, guru menyebalkan.

Itulah ritme kehidupan kita. Hidup yang tidak datar-datar saja. Kehidupan pribadi yang mesti kita hadapi.

Menghadapi rutinitas masalah saban hari  memerlukan latihan. Problem bisa diatasi tanpa mengorbankan orang lain, tidak bisa dicerna dan diselesaikan dalam hitungan hari. Masalah akan selalu menguntit kita dimanapun dan kapanpun. Sepanjang hayat. Berbahagialah orang yang telah tertempa, dapat  menyelesaikan secara mandiri.

Apakah kita bisa menghindari problem? Terlambat. Mestinya tidak lahir saja. Saya tidak akan menulis bagaimana caranya agar bisa menikmati hidup tanpa terbebani.  Saya yakin  pembaca lebih banyak mengetahui problematika kehidupan dan dapat menghindari masalah tanpa meninggalkan luka. Banyak trik dan tip yang bisa kita akses lewat media internet.

Mungkin ada dua cara yang jitu, agar kita bisa sukses dalam mengelola kehidupan. Pertama : bercermin pada orangtua. Kedua : Merasa enjoy dalam setiap aktifitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *