Pandansimo

sumber gambar : nonapisces.blogspot.com

sumber gambar : nonapisces.blogspot.com

Menyusuri kali (sungai) progo sangat berbeda dengan menelusuri kali code misalnya. Meskipun kedua sungai masih dalam satu wilayah Yogyakarta. Ada nuansa yang terpendam dari kedua sungai itu. Kali code lebih bermuatan mistis karena sebagai penghubung merapi dan pantai selatan, Ada anggapan masyarakat bahwa sungai code merupakan napak tilas Nyi Roro Kidul.

Sungai Progo yang membelah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi garis demarkasi, antara Kota Yogyakarta dan Kulon Progo. Dua buah wilayah setingkat kabupaten dalam lingkar kekuasaan DIY. Secara demografi, sungai progo adalah batas wilayah. Secara politik, sungai progo adalah garis pemisah antara kekuasaan Kesultanan Hadiningrat dengan Pakualaman. Kabupaten Kulon Progo merupakan wilayah kraton Pakualaman, Sehingga kita anggap bahwa sungai progo lebih bernuansa historis.

Bila Anda mengikuti alur kali progo yang bermuara dipantai selatan, akan bertemu dengan pantai Pandansimo. Secara geografis, pantai ini adalah pantai paling barat di kabupaten Bantul. Tepatnya di desa Poncosari kecamatan Srandakan.

Pantai Pandansimo berbeda dengan pantai lainnya dalam deret pantai selatan. Pantai yang telah bertahun-tahun memberi kehidupan, memberi inspirasi dan memberi ketentraman bagi penduduk setempat yang telah berlangsung secara turun temurun.

Secara ekonomis, masyarakat setempat berprofesi sebagai nelayan. Ada juga warga yang bekerja sebagai petani, pegawai dan wiraswasta.

Sebagai nelayan, pemerintah setempat telah memberi fasilitas penunjang seperti pembuatan pasar ikan, memperhalus jalan, promosi dll. Di lingkungan pantai sendiri telah berdiri fasilitas penunjang untuk pariwisata. Lapangan sepak bola, kolam renang, lahan untuk out bond, camping, bermain dll. Dengan dibangunnya sarana penunjang diharapkan pengunjung akan lebih nyaman.

Memanfaatkan angin kencang yang bertiup dari laut selatan, maka didirikan kincir angin untuk sumber energi. Sumber energi gas bumi yang semakin menipis dan tentu saja semakin mahal, maka sumber energi tenaga angin menjadi pilihan.

Perbedaan lain dari pantai Pandansimo adalah, ditumbuhi dengan pohon cemara. Sehingga pengunjung akan tersas sejuk. Berbeda dengan kebanyakan pantai lainnya yang lebih akrab dengan panas.

Pasirpun juga berbeda dengan pantai yang lain. Di Pantai Pandansimo, pasirnya seperti pasir kali. Bentuknya lebih besar dan lembut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *