Pendidikan Karakter Setiap Saat

sumber gambar : republika.co.id.

sumber gambar : republika.co.id.

Suatu ketika saya bermaksud mengadakan pendataan buat anak-anak siswa kelas 7. Data yang saya perlukan cuma alamat rumah. Pendataan ini saya buat dengan memakai netbook dengan asumsi, siswa langsung menulis dalam kolom yang telah tersedia. Jadi tak perlu menulis lagi. Harapan yang kedua, siswa sekarang sudah familier dengan memakai komputer ataupun netbook. Sekolah tak perlu memberi pelatihan.
Tiba saat mengadakan pendataan ternyata bayangan saya meleset dari perkiraan. Akibatnya, waktu yang sedia kalanya hanya diperlukan 30 menit (perkiraan saya satu siswa hanya butuh waktu tak lebih dari satu menit. Cuma menulis alamat saja), pada kenyataannya 40 menit tidak cukup. Sehingga saya harus memperpanjang waktu, yang harusnya sudah beralih ke kelas lain.

Apa saja yang mengganggu sehingga pendataan mengalami keterlambatan? Ada 3 macam gangguan dalam melakukan pendataan sederhana.
Pertama, siswa tidak familier menggunakan netbook atau laptop. Mungkin eranya android yang digeser kanan-kiri, atas-bawah. Apakah ini benar? Tidak juga. Meskipun pakai android, menulis tetap ada. Bahkan tutsnya lebih kecil dibandingkan dengan memakai lap top. Atau mungkin android terbiasa dipakai untuk game. Meskipun era komunikasi dan informasi, belum tentu trampil menggunakan media yang mendukung TI. Menurut saya, harusnya tidak begitu.
Kedua, ada beberapa siswa tidak hafal dengan alamatnya sendiri. Bagi kami sebenarnya sangat disayangkan. Alamat rumah yang ditempati oleh siswa dan orang tua mestinya harus hafal. Sejak bisa membaca, mestinya harus hafal dengan nama-nama yang ada di sekeliling rumah. Alamat, nama kampung, jalan atau gang, nama masjid dan lain sebagainya. Sangat disarankan ketika memasuki sekolah, siswa menggambar denah rumah, lengkap dengan alamatnya.
Ketiga, penulisan alamat. Setiap daerah pasti memiliki nama kampung yang khas. Mungkin ada nama yang kebetulan sama, tapi kecamatan atau kabupaten pasti berbeda. Demikian pula nama jalan, penulisannya harus memakai kaidah-kaidah yang benar.
Pada pendataan kemarin, hampir sebagian besar penulisan alamat masih salah, meskipun secara tempat sudah benar. Penulisan nomor rumah, nama kampung dan jalan masih ditulis dengan sembrono.
Mendidik anak memang sebaiknya tidak melebihkan yang bersifat akademik. Justru sedari kecil sudah dibiasakan dengan hal-hal yang benar. Terutama kebiasaan di kampung halaman. Anak diajak untuk mengenal lingkungan seputar rumah dan kampung. Jangan membiarkan anak terlalu abai dengan lingkungannya. Kenalkan nama-nama tetangga, nama pak RT RW, nama bangunan yang ada di kampung.
Memang benar, setiap kali saya mengikuti pelatihan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, selalun disinggung pendidikan karakter. Bahkan dalam pembuatan rencana pembelajaran, setiap butir disertakan nilai-nilai karakter yang bisa dipraktekkan oleh anak didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *