Menjadi Simpatik dengan Komunikasi

Menjadi simpatik tidak datang seketika. Simpatik dibangun sejak dini dengan landasan dasar “tidak meremehkan orang lain”. Kunci ini manjur dalam setiap pergaulan. Dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun. Wajah simpatik yang alami datang dari hati, karena menghormati orang lain.
Dengan gestur tubuh yang sipatik, sebenarnya orang lain sudah menaruh hormat kepada kita. Apalagi bila dibarengi dengan tutur kata yang menenteramkan. Bertambahlah rasa empatinya. Berkomunikasi juga perlu latihan secara terus-menerus. Tak mengenal finish. Karena komunikasi menjalin kebersamaan dalam kesetaraan.

Menjadi simpatik, dambaan setiap orang. Siapapun akan meraih dengan upaya yang lebih untuk mendapatkannya. Ada 6 cara menjadi orang berkepribadian menarik melalui komunikasi.
1. Berbicara tentang kesamaan kita dengan komunikan (lawan bicara). Tidak afdhol bila orang lain berbicara tentang musik, ditanggapi dengan dingin karena tidak menyukai musik. Sedapat mungkin kalau orang lain berbincang tentang musik, kita pun bicara musik. Kalau tidak tahu, minimal menjadi pendengar yang baik. Alangkah baiknya bila kita bertanya kepada yang bersangkutan. Karena menempatkan orang lain lebih pintar.
2. Membicarakan hal-hal yang merupakan kesukaan komunikan. Sama seperti diatas, semestinya kita bisa mengimbangi apa yang diinginkan komunikan. Hal yang paling disenangi komunikan kalau berbicara masalah hobi. Seakan tidak akan menemui titik henti. Hobi tak habis digali kalau diobrolkan. Sumur yang tak pernah kering diteguk bila berdiskusi tentang hobi.
3. Membuat orang lain merasa penting. Dalam berkomunikasi pasti terjadi tukar menukar informasi. Muatan informasi dapat berupa barang baru atau kekinian, atau hanya sekedar mengolah berita lama. Kalau orang lain berbicara tentang suatu hal, usahakan bahwa informasi itu sangat penting bagi kita. Seakan-akan kagum. Dengan demikian kita menempatkan orang lain lebih tinggi.
4. Mengingat nama. Orang pertama kali berkenalan dengan orang lain, pasti akan menyebutkan nama. Diikuti kemudian dari mana asal, atau memberi kabar baik. Mengingat nama sangat penting dalam berkomunikasi. Terlebih kalau ditambah dengan sapaan hormat bila lebih tua, atau sapaan sayang bila lebih muda. Namun ada juga orang yang susah mengingat nama, tapi tak akan lupa dengan wajah meskipun tampak menua.
5. Berpenampilan simpatik. Berpenampilan rapi, berpakaian yang bersih dan rapi, gerak tubuh yang santun, merupakan ciri-ciri orang berpenampilan simpatik. Penempatan diri yang tepat dari segala suasana, akan terlihat oleh orang lain menjadi tertarik. Tidak selayaknya orang yang sudah berumur, memiliki peringai perilaku kekanak-kanakan. Meskipun hanya sekedar penampilan berbusana.
6. Menggunakan komunikasi verbal yang menyenangkan. Gerak tangan dalam berbicara ikut meyakinkan kepada orang lain. Gerak-gerik tangan yang pas. Tidak lebih atau kurang. Demikian pula bahasa tubuh bisa digunakan untuk meyakinkan cara berkomunikasi dengan orang lain. Tentu dengan takaran yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *