Nilai Kepribadian

sumber gambar : koran-jakarta.com

sumber gambar : koran-jakarta.com

Dalam setiap aktifitas, apalagi dalam bekerja, kita pasti dinilai oleh orang lain. Sebagai karyawan akan dinilai oleh atasan. Dosen akan dinilai rektor atau tim penilai. Guru dinilai oleh kepala sekolah. Pedagang akan dinilai oleh pelanggan. Penilaian ini tak lepas dari pengalaman dan kesukaan hati. Tingkah laku atau kepribadian seseorang ada kalanya sama, mirip atau bahkan kontra dengan kepribadian kita. Menilai atau memandang tak pernah lepas dari kehidupan sebagai cermin kapan kita bergerak pada saat tertentu dan kapan kita diam pada saat tertentu pula.

Nilai seseorang dianggap lebih dan kurang, yaitu pada saat suka atau tidak suka, positif-negatif, baik secara personal maupun kelompok. Penilaian ini tidak ada tolok ukurĀ  yang disepakati. Karena peristiwa berlangsung dalam masyarakat, Oleh karenanya, implikasi terhadap peristiwa benar-salah, baik-buruk tak dapat dihindari. Dalam beragamapun akan terjadi bias. Contoh kecil adalah tentang ikhlas. Tak ada ukuran yang pasti tentang ikhlas. Sampai sejauh mana nilai pribadi dapat diterima oleh masyarakat tanda mengorbankan prinsip kehidupan.

Karena muatan nilai ini sangat penting, maka yang perlu diperhatikan oleh kita semua adalah karakteristik nilai.
1. Kebebasan (freedom)
Sebagai bagian dari masyarakat, ada keluarga yang membawa pola kebebasan, ada yang menganut tradisi asal daerah, apa pula yang patuh dengan perintah agama. Namun hidup bertetangga tak seharusnya memilih kebebasan tanpa batas. Masyarakat yang akan menilai baik-tidak baik yang menjadi kesepakatan bersama.
Demikian pula dalam suasana lingkungan pekerjaan. Aturan dalam kelembagaan telah disepakati bersama. Benar-salah telah ditetapkan oleh institusi. Karena nilai yang hendak dibangun adalah tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh lembaga itu. Kebebasan pribadi tetap masih bias dimiliki tanpa melanggar aturan yang berlaku.
2. Kenikmatan (pleasure)
Setelah pola aturan main ditetapkan, pada akhirnya semua orang yang bekerja di lembaga itu akan mendapatkan kenikmatan dalam bekerja. Bagian satu dengan yang lain saling terhubung, meski bidang profesinya berbeda. Bila kenikmatan dalam bekerja telah tergenggam, buah hasil jerih payah siap untuk dipetik tanpa ada gesekan sosial. Alat ukur kenikmatan ini tentu saja sudah melalui kesepakatan bersama. Tinggal bagaimana kita bias menikmati kenikmatan yang diperoleh.
3. Harga Diri
Harga diri bisa mencakup dua bagian, profesi dan kepribadian. Profesi lebih mengarah pada finansial. Harga seorang kepala bagian tentu berbeda dengan harga penjaga gudang. Perolehan gaji yang didapatkan masing-masing orang juga tergantung pada nilai tanggung jawab. Walaupun sama-sama kepala bagian, tapi efek tanggung jawabnya berbeda, maka penghargaan secara profesi terhadap orang, masing-masing berbeda. Bila harga diri akan meningkat, tentu harus diimbangi dengan kompetensi diri yang meningkat pula. Ada saluran khusus untuk meningkatkan harga diri, yaitu dengan istilah karier.
4. Kejujuran
Kejujuran mestinya tidak harus dilembagakan. Karena kejujuran sejatinya bawaan. Namun karena pengaruh lingkungan, kejujuran seperti makhluk hidup yang selalu diikat dan dikendalikan. Bekerja di perkantoran pasti terikat dengan aturan. Aturan ditegakkan dalam rangka menjunjung kejujuran. Sebaliknya kejujuran senantiasa dirawat agar nilai-nilai kejujuran menjadi mesin penggerak pekerjaan di kantor.
5. Kepatuhan
Tata tertib dibuat bukan untuk dilanggar. Aturan dibuat agar memproduksi energi kepatuhan. Loyalitas bekerja di perusaaan adalah ujud dari kepatuhan. Dengan memiliki kepatuhan, diharapkan nilai produksi meningkat tajam.
6. Keadilan.
Menjadi kewajiban atasan untuk berbuat adil terhadap orang yang dipimpin. Menjadi kewajiban kewajiban kayawan untuk selalu melaksanakan perintah atasan. Masing-masing memiliki tugas yang telah dibebankan pada semua orag di kantor itu. Keadilan tidak harus sama rata, sama rasa. Tapi menempatkan di suatu tempat dengan pas, itu keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *