Jangan Mudah Mengeluh

Jum’at Berkah

Berkeluh kesah itu manusiawi. Apabila manusia telah menetapkan sebuah tujuan, namun tujuan tidak tercapai, sangat wajar jika mengeluh. Harapan yang semula tampak indah, sirna seketika. Harapan tinggal harapan.

Pepatah tetap tertulis “jangan mudah mengeluh”. Pengalaman dari orang yang telah berhasil mencapai puncaknya mengajarkan agar kita tidak boleh berperilaku cengeng, tidak satria menghadapi kenyataan. Berusahalah untuk tidak mengeluh sehingga bisa menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas apa yang telah terjadi.  

Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah, ayat 286 ini: “Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.

Masalah yang datang merupakan ujian dari Allah SWT untuk lebih bijak dalam menyikapi kehidupan ini, bukan untuk dikeluh kesahkan. Bila selama ini sering mengeluh, mulailah rubah kebiasaan ini. Masalah akan selalu datang, bahkan bertubi-tubi. Itulah kehidupan. Tanpa masalah berarti tidak ada kehidupan. Masalah hanya akan sirna bila diselesaikan, bukan dikeluhkan.

Hidup ini akan penuh warna bila dijalani tanpa berkeluh kesah. Seperti air yang terus mengalir tanpa ada rasa lelah. Seperti angin yang selalu memberi kesejukan. Jalani kehidupan ini dengan penuh semangat dan gembira. Membawa perasaan tanpa rasa syukur ibarat mengingkari kehidupan ini. Terus semangat menjalani sebagai insan manusia sehingga akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Allah itu maha adil. Apapun yang menjadi ketetapan Allah, pasti baik bagi manusia. Keadilan dapat berupa kenikmatan, teguran, bahkan sampai musibah. Disini manusia dituntut untuk melihat dengan hati. Karena keadilan itu bukan pada apa yang dilihat, tapia pa yang dirasakan.

Sebenarnya, manusia itu tidak layak untuk mudah mengeluh. Sebab Allah sendiri yang akan menjamin “tidak akan membebani” sesuai dengan kemampuan. Ingat perjalan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw dalam menerima perintah untuk melaksanakan sholat 5 kali? Allah memberi korting yang sangat besar kepada umat Muhammad saw.

Allah juga sangat terbuka memberi pertolongan lewat do’a. Setiap saat manusia bisa berdo’a. Memohon kelancaran, keselamatan, bahkan sampai ampunan dosa. Artinya, dengan berdo’a, Allah meringankan beban kepada manusia. Bukankah itu juga bersifat adil?

Pembangunan Manusia

Faktor manusia dalam pembangunan memiliki peran yang sangat sentral. Faktor manusialah yang mampu menata kehidupan ini menjadi lebih baik atau sebaliknya. Andai ada sebuah lembaga mencapai kejayaan, lihatlah unsur manusianya. Jangan dilihat fasilitas atau sarana yang tersedia.

Pakar ekonomi pembangunan, Amartya Sen menawarkan konsep human capabilities approach. Pendekatan ini menekankan pada gagasan kemampuan manusia sebagai sentral pembangunan. Tokoh lain Ul Haq, berpendapat bahwa manusia harus menjadi inti dari gagasan pembangunan. Hal ini menunjukkan bahwa sumbersaya yang diperlukan dalam pembangunan harus dikelola untuk meningkatkan kualitas manusia.

Teruskan membaca

Mengemas Pendidikan di Masa Depan

Detik.com dalam salah satu halamannya menulis tentang Pendidikan di masa depan. Petikannya memaparkan bahwa pendidikan sangat kurang porsinya dalam mengakomodasi keragaman pengetahuan. Penyampaian pengetahuan di kelas, masih memberlakukan bahwa setiap anak memiliki keinginan yang sama.

Bahkan dalam tensi yang paling buruk, pendidikan di persekolahan (pendidikan formal) cenderung mendegradasi pengetahuan anak-anak tentang lingkungan alam dan sosial budayanya. Porsi tentang keragaman budaya yang ada dalam masyarakat sedikit terpinggirkan.

Teruskan membaca

Berburuk Sangka

Jum’at Berkah

Sebelum alat informasi marak seperti sekarang ini, pergaulan sehari-hari hanya terbatas pada tetangga atau teman sepekerjaan. Transportasi juga masih sulit didapat. Sehingga praktis komunikasi hanya dilakukan secara lisan dengan tatap muka. Perasaan curiga pun sangat susah untuk diungkapkan. Karena pada saat dialog, semua diutarakan secara menyeluruh, lengkap dengan gestur tubuh.

Sekarang, seseorang bisa berkomunikasi dengan orang lain, bahkan bisa mencapai ratusan orang seketika, tetapi tanpa tatap muka secara langsung. Pembicaraan nyaris hanya berlangsung satu arah. Hasilnya bisa bermacam-macam muatan tafsir sesuai dengan kemampuan meramu komunikasinya. Inilah yang sering menimbulkan salah memberi dan menerima informasi.

Dalam surat al Hujurat 49: 12, Allah secara tegas memerintahkan kepada orang yang beriman supaya menjauhi berburuk sangka. Karena bila prasangkanya tidak benar, maka itu merupakan sebuah dosa. Kedua, menjauhi sifat mencari-cari kesalahan orang lain. Ketiga menjauhi ghibah, yaitu membeberkan rahasia orang lain tanpa sepengetahuannya.

Kata tajussus dalam ayat tersebut sama artinya dengan tahassus, yaitu menyelidiki, meneliti, atau berusaha mencari tahu urusan-urusan. Bedanya, tahassus adalah menyelidiki hal-hal yang disyariatkan dan dibolehkan, sedangkan tajassus menyelidiki dan mencari tahu hal-hal yang tidak disyariatkan (tidak diperbolehkan syariat).

Orang yang memiliki sifat suka berburuk sangka kepada orang lain tanpa dasar, maka dia akan berusaha mencari-cari kesalahan dan keburukan saudaranya tersebut untuk mengecek dan membuktikan prasangkanya. Inilah yang disebut dengan tajassus. Sedangkan tajassus itu sendiri pintu awal menuju ghibah.

Berburuk sangka pada keluarga, maka akan menjadikan mereka seakan-akan di penjara. Ruang gerak menjadi sempit dan merasakan keterkungkungan di dalam rumah sendiri. Sedikit-sedikit ada kecurigaan dari salah satu anggota keluarga.  Berburuk sangka pada sahabat akan menghasilkan perasaan saling curiga. Ketika teman mendekat, dicurigai akan cari muka. Saat teman menjauh timbul perasaan prasangka yang berlebihan.

Berburuk sangka pada masyarakat, maka akan menjadikannya terkucilkan dari kehidupan sosial. Ada tetangganya dapat rejeki, dicurigai hasil pesugihan. Tetangganya memiliki kendaraan pribadi dicurigai hasil korupsi. Jika terus menerus dengan sikap seperti yang demikian, maka pasti ia akan terpinggirkan dengan sendirinya. Seakan-akan orang lain tidak pernah merasa benar.

Persamaan Kuadrat

Persamaan kuadrat adalah persamaan yang variabelnya memiliki pangkat tertinggi sama dengan dua (2). Adapun bentuk umum persamaan kuadrat adalah sebagai berikut.

ax2 + bx + c = 0

Keterangan: a,b = koefisien (a ≠ 0)

x = variabel; dan c = konstanta.

Jenis-Jenis Persamaan Kuadrat

Secara umum, persamaan kuadrat dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut.

1. Persamaan Kuadrat Biasa

Persamaan kuadrat biasa adalah persamaan kuadrat yang nilai a = 1. Berikut ini contohnya.

x2 + 3x + 2 = 0

2. Persamaan Kuadrat Murni

Persamaan kuadrat murni adalah persamaan kuadrat yang nilai b = 0. Berikut ini contohnya.

x2 + 2 = 0

3. Persamaan Kuadrat Tak Lengkap

Persamaan kuadrat tak lengkap adalah persamaan kuadrat yang nilai c = 0. Berikut ini contohnya.

x+ 3x = 0

4. Persamaan Kuadrat Rasional

Persamaan kuadrat rasional adalah persamaan kuadrat yang nilai koefisien dan konstantanya berupa bilangan rasional. Berikut ini contohnya.

4x+ 3x + 2 = 0

Cara Menentukan Akar Persamaan Kuadrat

Ada beberapa cara yang bisa dgunakan untuk mencari akar pada persamaan kuadrat.

1. Faktorisasi

Faktorisasi adalah penjumlahan suku aljabar menjadi bentuk perkalian faktornya.

axbx + c = 0

b = hasil penjumlahan antara suku ke-1 dan ke-2

c = hasil perkalian antara suku ke-1 dan ke-2

contoh :

  • Bentuk persamaan kuadrat: x^2 + 5x + 6 = 0

Bentuk faktorisasi: (x + 3) (x + 2) = 0

Akar: x = -3 atau x = -2

  • Bentuk persamaan kuadrat: x^2 – 9 = 0

Bentuk faktorisasi: (x – 3)(x + 3) = 0

Akar: x = 3 atau x = -3

lihat video berikut

2. Melengkapkan Kuadrat Sempurna

Bentuk ax2 + bx + c = 0 bisa kamu jabarkan menjadi seperti berikut.

(x + p)^2 = q

contoh

Bentuk persamaan kuadrat: x^2 + 5x + 6 = 0

x2 + 8x + 6 = 0

(x+ 8x) = -6

x+ 8x +16 = -6 +16

(x + 4)2= 10

(x + 4) = ± √10

x = √10 – 4 atau x = -√10 – 4

Lihat video berikut

3. Menggunakan Rumus abc

Adapun persamaan rumus abc adalah sebagai berikut.

contoh

Tentukan akar persamaan x2 – 4x – 5 = 0! Diketahui: a = 1, b = -4, dan c = -5

Substitusikan nilai a, b, dan c ke persamaan abc.

Jadi, akar persamaan  x2 – 4x – 5 = 0 adalah x = 5 atau x = -1.

lihat video berikut

Jenis-Jenis Akar Persamaan Kuadrat

Istilah diskriminan atau biasa dilambangkan D adalah hubungan antar koefisien yang menentukan besar dan jenis akar persamaan kuadrat

Dari persamaan di atas, besaran yang dimaksud diskriminan adalah b2 – 4

Nah, jenis akar persamaan kuadrat ternyata bergantung pada nilai dari determinannya (D). Berikut ini penjelasannya.

  1. Jika nilai D > 0, maka suatu persamaan kuadrat akan memiliki dua akar real yang tidak sama besar (x1 ≠ x2).
  2. Jika nilai D = 0, maka suatu persamaan kuadrat akan memiliki dua akar real dan kembar.
  3. Jika nilai D < 0, maka suatu persamaan kuadrat tidak memiliki akar real (akarnya imajiner).

Jika persamaan kuadrat ditulis dalam bentuk grafik, akan muncul grafik parabola seperti bentuk lintasan bola yang ditendang dengan kemiringan tertentu.

Latihan

Bersepeda menyusuri Lorong

Corona muncul dan meluluh lantahkan setiap sendi kehidupan. Kehidupan jadi sepi, merunduk dan tiarap. Ekonomi porak poranda. Dua bulan pertama sejak pembatasan gerak masyarakat, pundi-pundi keuangan keluarga oleng. Bahkan ada yang terpuruk. Dua bulan pertama itu terkurung. Kalau ditanya, hari dan tanggal berapa hari ini? Mereka lupa hari dan tanggal. Tahunya cuma adzan menyapa.

Ketika pergerakan sedikit demi sedikit terbuka, manusia keluar seperti air bah. Hampir tiap orang ingin keluar. Tetapi mau aktifitas apa? Tempat wisata ditutup, bahkan silaturahmipun masih dibatasi. Bukan tidak boleh. Pemerintah tetap mewanti-wanti agar pergerakan masih dibatasi untuk antisipasi sebaran covid-19. Saat kehidupan dikekang seperti itu, manusia justru timbul ide bagaimana bisa keluar rumah tanpa menimbulkan kegaduhan.

Teruskan membaca

Kalibeber – Klaten via Gunung Sindoro

Angan-angan ini sebenarnya sudah lama. Masih saya pendam karena belum ada kesempatan yang tepat. Ada waktu, tapi tidak sempat terjadi berulang kali. Ada kesempatan namun tak ada waktu lebih sering dijumpai. Bila harus diukumpulkan keinginan ini mungkin sudah menjadi gunung anakan.

Minggu ini, bertepatan dengan tahun baru Hijriyah 1442 dan juga pas banget dengan cuti bersama kuambil peluang ini menjadi realita. Kuusahakan faktor kemungkinannya bernilai satu atau pasti terjadi karena memang peristiwanya sudah berlalu. Ini Namanya menguji teori kemungkinan.

Kamis pagi menuju siang selepas pukul 10.00, saya berangkat dengan mengendarai roda 2. Jalur yang saya pilih seperti biasa. Dari rumah menuju Jogonalan lanjut Prambanan. Dari titik ini kanan naik menuju Manisrenggo, dilanjut melewati Pakem, terus ke barat menuju jembatan Tempel Sleman.

Teruskan membaca