Category: manajemen

Culture Shock (2)

Istilah culture shock marak terjadi sekitar tahun 90-an. Ditandai dengan booming teknologi komputer dan disusul teknologi informasi. Penemuan internet menambah terperangahnya manusia yang gagal paham komputer. Orang dibuat tercengang. Culture shock, atau gegar budaya merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan terkejut, gelisah, keliru  yang dirasakan apabila seseorang bersentuhan dengan kebudayaan yang berlainan sama sekali, …

Teruskan membaca

Reward

Pernahkan pembaca memberikan reward(penghargaan)?Seberapa sering pembaca memberikan punishment (hukuman)? Kepada orang lain, baik terikat dalam sebuah komunitas ataupun bukan merupakan satu ikatan kerja. Andai sudah pernah memberikan penghargaan, seberapa pantas yang telah pembaca ikhlaskan kepada orang lain. Pemberian penghargaan kepada orang lain, apalagi kepada karyawan sama artinya dengan menghargai kinerja yang sudah dilakukan dengan baik. …

Teruskan membaca

Sekolah Adiwiyata

Sekolahku adalah surgaku, Sekolahku serasa Homy, Merasa nyaman di sekolah, adalah contoh penyebukan tentang sekolah yang nyaman, semua warganya dapat berekspresi apapun tanpa terhalang aturan dalam koridor Pendidikan. Slogan semacam itu diharapkan bukan hanya kecanggihan merangkai kata.  Slogan mestinya diikuti dengan tindakan nyata untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata. yang proporsional.  Sekolah adiwiyata adalah Sekolah yang peduli …

Teruskan membaca

Manajemen Partisipasi

Saat ini, kebutuhan peningkatan kualitas dalam segala lini kehidupan semakin kuat dirasakan. Tuntutan adanya kompetisi tak bisa dihindari. Idealnya, semua tuntutan-tuntutan itu terpenuhi oleh para â€˜decision maker’  suatu institusi manajemen. Namun tentunya, alasan kesediaan sumber daya menjadi pertimbangan tersendiri dalam memutuskan suatu kebijakan. Kebutuhan fisial juga tak terelakkan. SDM dan finansial seakan melekat jadi satu kesatuan. Keterbatasan …

Teruskan membaca

Persepsi

Menilai hasil pekerjaan siswa yang berbentuk uraian memang tidak mudah. Pengaruh subyektivitas dari seorang guru memang tidak bisa dihindari. Karena guru adalah manusia biasa yang tak bisa lepas dari salah atau keliru. Demikian pula menafsirkan jawaban dari siswa. Ada banyak faktor yang mempengaruhi   Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus …

Teruskan membaca

Kita Dimanjakan Teknologi Informasi

Teknologi diciptakan dengan satu tujuan agar user end (pengguna) lebih mudah dalam mengerjakan sesuatu. Usaha dan biaya ditekan serendah mungkin, tapi dengan mengharap hasil se maksimal mungkin. Prinsip efektif dan efisien, benar-benar diterapkan. Teknologi informasi sangat memungkinkan bagi siapa saja yang akan menata dan menggunakannya. Era ini sudah masuk dalam disrupsi. Bila tak bersahabat dengan …

Teruskan membaca

Mainkan Jemarimu dalam Mengajar

Dokumen yang sempat penulis simpan, bahwa seorang guru dalam menyampaikan sebuah materi pelajaran bisa melalui : ceramah, media, praktek. Atau kalau mau dibalik, seorang siswa memiliki gaya belajar : mendengarkan, melihat dan melakukan. Dari ketiga unsur tadi, penelitan membuktikan bahwa dengan melakukan sesuatu atau mempraktekkan secara langsung, memiliki daya serap tertinggi. Metode ceramah dianggap cara …

Teruskan membaca