Sore di Masjid Agung Jateng

Dokumen pribadi

Dokumen pribadi

Semula saya hanya ngantar keluarga untuk mengikuti pelatihan Seni Baca Al Qur’an yang diasuh oleh Hj. Mawaddah Muhadjir. Kursus yang diselenggarakan oleh takmir Masjid Agung Semarang bersifat terbuka. Siapapun boleh mengikuti. Baik yang sudah pandai melantunkan lagu Al Qur’an ataupun yang masih mengenal huruf hijaiyyah. Karena seni bersifat universal.
Setelah menunggu mengular karena antri untuk keluar dari jalan tol Bawen-Semarang, akhirnya tiba juga di masjid selepas siang yang menyengat. Sebelumnya tampak ragu. Apakah lewat jalur konvensional (lewat ungaran) ataukah lewat tol. Namun setelah merasakan alur lalu lintas dari Salatiga, kuputuskan lewat jalan tol. Dan tentu saja agak jengah. Jalannya monoton.

» Read more

OLYQ

sumber gambar : uhamka.ac.id.

sumber gambar : uhamka.ac.id.

The International Olympiad of Qur’an and Technology (OLYQ) merupakan program bersama sekolah Muhammadiyah Indonesia bersama dengan sekolah-sekolah di Asia Tenggara. Kegiatan ini sebagai ujud apresiasi dalam bentuk silaturrahmi dan kompetisi. Siswa, guru dan Pimpinan Muhammadiyah berkumpul untuk beraktifitas yang dibalut dalam forum silaturrahmi sekaligus kompetensi. Bagi Muhammadiyah sendiri, silaturrahmi adalah  bentuk real dalam beraqidah dan akhlaqul karimah, sedangkan kompetensi lebih mengarah pada unjuk ketrampilan dalam apresiasi terhadap ayat-ayat kauniyah.

» Read more

Sedekah

Mengelola harta bukanlah barang yang mudah. Karena pada dasarnya uang yang kita miliki ada hak orang lain, selama kebutuhan pokok telah terpenuhi. Harta, sebagaimana sabda Rasul merupakan bagian dari kesenangan di dunia. Harta bisa menjunjung tingkat derajat keimanan seseorang. Harta juga menistakan manusia hingga jurang yang paling dalam. Dalam Islam memiliki harta yang berlimpah tidak dilarang. Namun harta itu harus menjadi variabel status yang disematkan kepada manusia yaitu keimanan.

» Read more

Pembinaan Kesiswaan

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Akhir-akhir ini, aktifitas siswa semakin beragam. Bukan hanya pada jumlah dan keragaman saja, namun sudah menunjukkan sisi kualitas. Perlu dicermati bahwa muatan kualitas terkadang malah over. Sehingga tidak jarang kita jumpai kasus-kasus yang menjurus kerusakan moral. Akibat yang ditimbulkan bukan hanya destruktif, namun telah merusak tatanan masyarakat yang selama telah terbukti harmoni.
Keprihatinan gejolak yang melanda siswa mendapat perhatian penuh dari Pimpinan Daerah  Muhammadiyah (PDM) dan Wali Kota Yogyakarta. Lebih jauh Ketua PDM, H. Akhid  Widi Rahmanto secara terperinci mengupas perjalanan sejarah Muhammadiyah. Bahwa Muhammadiyah sampai saat ini masih konsisten tujuannya. Muhammadiyah tetap tidak akan pernah kapok untuk mendidik anak bangsa. Sebab ladang garapan Muhammadiyah memang disitu’ yaitu amar makruf nahi mungkar. Meskipun dalam perjalanan pernah mengalami pasang surut. Mengapa hingga kini masih tetap eksis?  Karena Muhammadiyah dirawat oleh masyarakat. Seorang pengasuh bila melihat anak asuhannya berbuat melenceng dari jalan yang semestinya, pastilah akan diingatkan. Dikontrol sesuai dengan porsinya.

» Read more

Commuter Line

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Beginilah nasib jadi orang yang seneng berkendaraan sendiri. Bermotor atau nyetir sendiri. Sehingga kalau moda transportasinya harus diganti maka akan ditemui kegagapan. Cuma mau naik commuter line saja sampai harus tanya 4 kali lebih. Karena memang diluar kebiasaan. Ceritanya begini.
Kebetulan banget saya diberi tugas ke Jakarta untuk menemani anak-anak mengikuti lomba OLYQ. Pas mau pulang ke Jogja, sekali lagi saya juga naik kereta api yang lebih dari 15 tahun tak pernah menikmati spoor. Betangkat dari Cijantung saya menuju Pasar Senin dengan bis kota P52. Setelah turun, saya tanya stasiun untuk commuter lain yang menuju Gambir. Padahal tempatnya ada di depan mata. Dasar tak pernah bepergian dengan angkutan umum. Itu pertanyaan pertamaku.

» Read more

Naik Kereta Api Lagi

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Awal kereta api Fajar Utama diluncurkan, saya tidak berhasil menikmati dalam golongan awal penikmat naik sepur. Idaman datang tatkala jelang pertengahan tahun 90 an. Naik kereta api Fajar Utama atau Senja Utama ibarat seseorang yang mendapay kehormatan. Orang jawa bilang setengah bejo setengah gelo. Bejo karena bisa naik kereta yang masuk katagori eksekutif. Gelo katena harus merogoh dompet lebih dalam.
Dengan uang seratus ribu rupiah sudah bisa  menikmati kereta super cepat. Dari Jogja pukul 07.00 sampai di Jakarta pukul 16.00. Kala itu dianggap paling cepat. Kereta berjalan baru beberapa metet sudah dihidangkan sepiring nasi goreng. Siang dapat jatah snack. Gerbongnya ber AC. Disediakan bantal. Sambutan kru-nya bak pramugari. Intinya mewah dan di uwongke (dimanusiakan).

» Read more

Melukis itu Mencerdaskan

Saat saya masih kecil, yang namanya orang cerdas itu pinter dalam pengetahuan. Kalau rujukan di sekolah, anak yang cerdas adalah mereka yang mendapatkan nilai yang baik setiap ulangan. Minimal 8, lebih sering dapat 10. Hanya segelintir anak yang menikmati golongan kelas cerdas. Selebihnya hanya penggembira. Pura-pura ikut kompetisi. Namun sejatinya sudah dalam kondisi menyerah dan hanya membuat senang orang tua. Ada juga kelompok pecundang, yang hampir selalu membuat ulah dalam kelas. Itu ukuran kecerdasan waktu itu.

Lambat laun ternyata profesi seseorang diluar kecerdasan diatas diakui oleh orang lain. Orang yang trampil memainkan instrument dalam bermusik semakin mendapat perhatian orang lain. Bahkan dengan bermusik ternyata seseorang mampu menghidupi keluarga. Anak yang pandai bergaul dengan temannya, sehingga mampu mengerahkan dalam setiap aktifitas dianggap cerdas dalam bermasyarakat. Dikemudian hari, anak ini bahkan menduduki di sebuah lembaga Negara, dan mampu mengelola masyarakat dengan baik. Tidak jarang kita temui seorang anak yang mampu memperagakan kuas untuk melukis diatas kanvas. Anak ini juga mampu memvisualkan keanekaragaman yang terjadi dalam masyarakat. Orang akan mampu membaca kehidupan masyarakat hanya dengan melihat lukisan.

» Read more

1 29 30 31 32 33 40