Argopeni, Cintaku Bersemi Lagi


Cukup beruntung bagiku mampu masuk di SMP Negeri 1 Wonosobo. Sebuah sekolah yang masuk katagori sekolah pilihan dan menjadi idaman bagi siswayang baru menamatkan di Sekolah Dasar. Untuk dapat masuk kesana diperlukan test, saat itu. Mungkin sekarang juga masih berlaku. Pihak sekolah tidak cukup yakin dengan nilai NEM yang digenggam sang calon siswa. Pertimbangannya sederhana. Kejujuran.

Sekolah tak cukup yakin tentang pelaksanaan Ujian Nasional yang dilksanakan dipelosok pedesaan. Meskipun yang mengawasi orang terpilih. Dan memang cukup adil, menurutku.

» Read more

Lembar Kerja Siswa

Banyak media yang bisa dipakai oleh seorang guru untuk menyampaikan materi pelajaran. Media klasik yang sampai sekarang masih bertahan dan banyak pemakai adalah metode ceramah. Semua informasi tunggal. Berasal dari guru. Cara ini kelayakannya kurang bisa diterima oleh model pembelajaran mutahir mengingat sumber belajar semakin beragam. Berbagai cara yang ditempuh oleh pemangku jabatan agar guru dalam menyampaikan ilmu dengan menggunakan multi metode. Disesuaikan dengan kondisi dan karakter siswa.

Lembar kerja siswa (LKS) adalah salah satu cara pembelajaran yang sebenarnya tergolong mudah dan murah. Guru dengan sangat leluasa membuat LKS sesuai dengan siswanya. Bahasa, budaya, kebiasaan di sekolah, bahkan tata letak LKS bisa diujudkan. Kalau memungkinkan, tidak memakai LKS yang dibuat oleh orang lain. Karena LKS sebenarnya spesifik sekali. LKS akan melekat dengan karakter seorang guru.

Ada 5 (lima) yang dapat dipetik dengan membuat LKS.

» Read more

Jejakku di Wonosobo (1)

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Saya memanfaatkan liburan Isra’ Mi’raj tahun 1438 H ini pulang kampong halaman. Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Bertemu dengan orang tua, kerabat dan kawan lama. Dan pastinya kuliner yang hingga sekarang belum punah bahkan semakin dicari : sego megana, tempe kemul, dan soto khas wonosobo. Kali ini saya tidak mencicipi mie ongklok. Jajanan resmi Wonosobo yang sudah kondang kaloko.

Satu ketika saya sengaja menyusuri jalan dari arah Mall Rita ke selatan. Rita sekarang, dulunya adalah Bioskop Dieng Theater dan Terminal Bis antar kota. Saya pasti ingat, dulu bisnya pakai hidung merk Toyota, masih ada pintu belakang, dengan nama Toyo Gesang, artinya air yang mati. Saya sering naik Jurusan Wonosobo-Jogja langsung, untuk menengok Bu Lik yang dulu sekolah di Yogyakarta.

» Read more

Komunikasi

Kebudayaan dibentuk dikarenakan ada komunikasi, ada dialog antar person dalam koloni. Hubungan antar manusia bisa berjalan disebabkan karena ada saling pengertian. Tidak mungkin manusia membentuk masyarakat tanpa ada saling tegur sapa yang efektif. Dalam pengertian lebih luas lagi, pergaulan antar sesama bisa berjalan dengan lancar, karena satu dengan lainnya sudah saling mengetahui maksud dan tujuan, apa yang menjadi keinginan masing-masing orang. Misalnya, bila saya berpapasan dengan sesorang, maka saya akan mengatakan “hai”, “met pagi”, “mo kemana? “udah makan lom?’ Dst. Orang yang saya ajak berbicarapun akan menjawab sesuai dengan maksud dan tujuan saya. Dialog yang terjadi antara dua orang atau lebih, akan nyambung bila masing-masing telah mengetahui inti dari bahan obrolannya. Dengan demikian maka komunikasi dalam lingkungan yang setara akan berjalan efektif.

» Read more

Pisa-Like Problems

PHOTO_20170417_090544

Bertempat gedung southeast Asian Minister of Education Organization Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education  Personal in Mathematics (SEAMO : QITEP in Mathematics) yang satu lokasi dengan PPPPTK Matematika Yogyakarta, workshop on Development PISA-LIKE PROBLEMS and HOTS ITEM FOR MATEMATICS akan berlangsung 3 hari sejak tanggal 17 hingga 19 April 2017. Peserta uang datang bukan hanya dari lingkungan Kota Yogyakarta, tapi dari kota seputar turut hadir dan mengikuti pelatihan.
Pelatihan ini sesungguhnya untuk melatih guru matematika agar pembelajaran sesuai dengan standar PISA (Program for International Student Assessment). Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Drs. H. Edi Suasana, M.Pd. bahwa DIY bersama dengan NTB (Nusa Tenggara Barat) Ditunjuk oleh Mendikbud menjadi sempel untuk mengikuti ajang PISA. Apa sesungguhnya PISA?

» Read more

Soal 2

Berikut ditayangkan soal 2 matematika berbasis hots.

 

1.Dedi dan Taufiq membilang bilangan secara bersamaan. Dedi membilang mulai dari bilangan 3, selanjutnya bertambah menjadi 5, 7, 9 … Taufiq membilang mulai dari bilangan 153, selanjutnya bertambah 4 menjadi 149, 145,… Bilangan mereka sebutkan secara bersama adalah ….

2. Carilah nilai a dan b dari sistem persamaan : 627a + 373b = 3508 dan 373a +  627b = 2492.

3. Diketahui dua buah kerucut mempunyai perbandingan r1 : r2 = 1 : 2 dan t1 : t2 = 2 : 3. Perbandingan volume kerucut pertama dan kerucut kedua adalah ….

4. Tentukan himpunan penyelesaian dari pq = 1, qr = 4 dan rp = 9

5. Jika x + y = 1 dan x3 + y3 = 19, tentukan x2 + y2

Soal 1

Berikut ditayangkan soal 1 matematika berbasis hots.

 

  1. Sebuah kerucut dibentuk dari selembar karton yang berbentuk 3/4 lingkaran dengan jari-jari 12 cm. Tentukan panjang jari-jari alas kerucut.
  2. Ayah akan membagikan sejumlah uang kepada 5 anaknya. Uang yang dibagikan terdiri lembaran 2 ribuan. Banyak uang yang dibagikan ke masing-masing anak membentuk barisan geometri. Jika dua anak terakhir berturut-turut memperoleh 8 lembar dan 4 lembar, total yang dibagikan untuk 5 anak tersebut sebesar ….
  3. Suatu bahan anti beku A mengandung 18% alcohol. Bahan anti beku B mengandung 10% alcohol. Berapa liter masing-masing bahan harus disediakan untuk memperoleh 20 liter campuran bahan anti beku dengan kandungan alcohol 15%,
  4. Anto, Budi dan Lina pergi ke suatu toko untuk membeli pensil dan buku yang sama. Anto membeli 2 pensil dan dua buku, Budi membeli tiga pensil dan empat buku, sedangkan Lina membeli satu pensil dan dua buku, Jika Anto dan Budi berturut-turut membayar Rp.2.500,00 dan Rp.4.500,00 maka lina harus membayar ….
  5. Dalam segitiga ABC siku-siku di C. Panjang hipotenusa = 8 dan a + b = v72 (akar 72). Tentukan luas segitiga ABC.

Mohon maaf bila ada penulisan tidak sesuai dengan model matematika.

 

1 2 3 4 5 6 26