Tanya-Jawab Manajemen Mutu

  1. Apa yang mendasari munculnya manajemen mutu terpadu?

Mutu terkait langsung dengan pelanggan. Sebuah perusahaan hidup dari pelanggan. Pelanggan yang merasakan langsung hasil produk dari perusahaan. Oleh karena itu, apabila perusahaan ingin berdiri tegak, salah satu syaratnya dengan meningkatkan mutu produksi. Tidak heran apabila IBM (perusahaan computer berskala Internasional mendefinisikan bahwa “mutu sama dengan kepuasan pelanggan”

  1. Apakah berbicara mutu hanya sekedar inisiatif?

Bila membicarakan mutu hanya sekedar inisiatif, maka akan tertinggal dengan organisasi lain. Orang lain sudah memakai standar Internasional. Berawal dari The Citizen’s Charter, The Parent’s Charter sampai pada International Standard ISO 9000, merupakan bagian penghargaan dan standar mutu yang telah diperkenalkan untuk mempromosikan mutu dan keunggulannya.

Teruskan membaca

Prinsip Pengembangan Kurikulum

sumber gambar : aljbr.sch.id

sumber gambar : aljbr.sch.id

Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungan

Lembaga pendidikan tidaklah berdiri sendiri. Pendidikan berbaur dengan masyarakat. Orang tua sebagai inti pendidik, secara harfiah telah memberikan amanat kepada lembaga pendidikan untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri anak. Sehingga dalam hal ini, segala aspek yang terkait dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan secara formal telah diberikan kepada lembaga pendidikan. Sebaliknya lembaga pendidikan terikat dengan lingkungan masyarakat. Tanpa peran serta masyarakat dalam mengapresiasikan pendidikan mustahil terwujud lembaga pendidikan. Sebaliknya, lembaga pendidikan memiliki peran yang startegis untuk mengembangkan potensi anak didik untuk dapat berpartisipasi secara aktif.Beragam dan terpadu

Teruskan membaca

Uang Sekolah

Elementary School Student Counting on Fingers --- Image by © Redlink/Corbis

dokumen pribadi

Organisasi atau Lembaga tanpa keuangan sama saja dengan sekelompok orang yang berkumpul tanpa arah. Padahal organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki itikad dan tujuan yang sama. Tujuan tersebut akan dinikmati secara bersama-sama. Untuk mencapai tujuan diperlukan biaya. Demikian pula sebaliknya, hartanya melimpah tapi tanpa digunakan dengan dengan benar, jadilah harta yang menganggur. Ekonom bilang sia-sia.

Sekolah memiliki tujuan. Arah yang akan dicapai telah disepakati bersama. Oleh karenanya menggerakkan sekolah salah satunya dengan uang, meskipun tidak harus banyak. Dengan uang yang dimiliki, maka tujuan yang hendak dicapai akan terasa ringan karena segala kegiatannya dapat tercukupi.

Teruskan membaca

Menabung atau Hutang

uang]

koleksi pribadi

Dunia perbankan mengalami perkembangan yang cukup tajam. Walaupun dekade yang lalu Indonesia diterjang krisis ekonomi. Perlahan tapi pasti, perjalanan bank di tanah air semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Modal utama pengelolaan keuangan lewat lembaga resmi seperti bank memang dari kepercayaan masyarakat.

Bank syariah, yang kemunculannya kurang mendapat respon, ternyata bisa membuktikan bahwa biduk keuangannya tidak terimbas badai krisis ekonomi. Hal ini menambah kepercayaan masyarakat terhadap bank di tanah air. Meski lembaga keuangan yang ilegalpun bermunculan, kehadiran bank syariah memberi tawaran tersendiri di antara problem keuangan yang dihadapi masyarakat.

Teruskan membaca

Merenda Pakaian Tuhan

Tiga fungsi utama pakaian adalah melindungi tubuh agar sehat, menutupi kekurangan agar tidak terlihat orang lain, dan memperindah penampilan agar terlihat nyaman memesona. Begitlah Al-Qur’an mengibaratkan pasangan suami istri dengan pakaian. Sufajkan pakaian kita berfungsi sebagaimana harusnya?

Betapa indah ketika al Qur’an menggunakan perlambang pada soal pasangan suami-istri. Al Qur’an menyebut pasangan suami-istri laksana pakaian. “…..mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun pakaian bagi mereka….” Secara sederhana, ayat ini dapat dipahami bahwa sang suami menjadi pakaian bagi sang istri, begitu juga sebaliknya. Tentu saja penggunaan simbol ini bukan tanpa tanpa maksud.

Teruskan membaca

Kebudayaan Jawa dalam Pusaran Arus Globalisasi

dokumen pribadi

dokumen pribadi

“Ngono yo ngono ning ojo ngono”, “alon-alon waton klakon”, “wong urip mung sawang sinawang” adalah beberapa kosa kata yang sudah mulai dilupakan oleh generasi muda. Mereka lebih mengenal kalimat “time is money”, “I love you”, “mensana incorpore sano”. Kosa kata dalam bahasa Jawa yang sarat makna dalam kehidupan sudah mulai terkikis dalam arus globalisasi. Kehadiran budaya asing bagaikan air bah yang tidak mungkin dapat dibendung. Siapapun yang masih mampu merasakan denyut kehidupan, pasti  akan menghirup budaya globalisasi.

Laju modernisasi semakin merajalela karena pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya teknologi informasi. Di satu sisi laju informasi sangat terasa manfaatnya, namun di pihak lain teknologi informasi bagaikan sebuah pisau tajam yang akan menghujam di ulu hati, sehingga manusia terkapar dan hanyut dalam pusaran modernisasi. Ia bagaikan sebuah buih yang terus diombang-ambingkan dalam gelombang kehidupan. Manusia yang demikian tidak ubahnya seperti robot yang telah diprogram untuk melaksanakan keinginan orang lain.

Teruskan membaca

Melawan Teknologi dengan Budaya

sumber gambar : komarudinmz.blogspot

sumber gambar : komarudinmz.blogspot

Dalam duel yang benar, mestinya satu lawan satu. Enam lawan enam, sebelas lawan sebelas. Itu baru imbang. Adil. Dalam perang tidak ada aturan yang menyebutkan harus seimbang (jumlah) dari dua kubu yang bertikai. Kalau jaman dahulu, semakin banyak pasukan yang dimiliki, semakin besar kemungkinan untuk meraih kemenangan. Namun strategi ini tidak berlaku bagi orang yang mau berfikir. Jumlah pasukan lebih sedikit namun tangguh dan memakai stategi lebih banyak memperoleh kemenangan.

Tradisi perang ternyata tidak hanya milik dunia kemiliteran. Politik, ekonomi, budaya dan teknologi juga mengenal istilah perang. Bahkan lebih dahsyat. Bukan otot yang bermain tapi otak. Intrik politik sudah jamak kita ketahui kala memperebutkan kekuasaan. Perang budaya harus dilakukan karena ingin mendapatkan pengaruh. Apalagi ekonomi, yang sumber energi dan alam semakin menyempit.

Teruskan membaca