Mengenal Maria Agnesi

Genetika atau keturunan tidak berbanding lurus dengan kecerdasan. Keturunan sangat mungkin untuk kemiripan fisik, tapi bukan pada kepandian, ketrampilan apalagi perilaku. Anak seorang professor belum tentu menjadi orang yang cerdik pandai. Pun demikian anak seorang abang becak tidak linier akan menjadi pengayuh becak.

Andai genetika berlaku hukum perbandingan senilai untuk segala sifat keturunannya, alangkah tidak adilnya dunia ini. Pepatah “siapa menanam, dialah yang mengetam” menjadi pegangan bagi siapapun yang ingin meraih kesuksesan. Berakit-rakit kehulu, beranang-renang ketepian, adalah pepatah yang manjur.

Genetika juga tak mengenal jenis kelamin untuk segala sifat keturunannya. Namun ada pemeo yang belum diuji kebenarannya, bahwa seorang pria mewarisi sifat nalar. Sedangkan wanita lebih cenderung ke ranah perasaan. Suatu ketika pasti ada pengecualiannya. Demikian yang dialami oleh Maria Gaetana Agnesi. Seorang yang dilahirkan sebagai matematikawati.

» Read more