Kepribadian Hampir Tak Pernah Berubah

Dalam sebulan ini saya berkesempatan bersua dengan mantan siswa saya dari angkatan alumni yang berbeda-beda. Sungguh senang saya bisa bertemu dengan mereka setelah puluhan tahun berpisah.

Ada banyak ragam yang saya jumpai, baik wajah, badan yang semakin kekar dan semampai, profesi yang digeluti tiap hari, sampai pada status keluarga maupun pendidikan terakhir. Walaupun dahulu mereka datang ke sekolah dengan kondisi yang nyaris sama, namun sekarang sudah menjadi kepribadian masing-masing.

Dulu, saat saya masih bertatap muka langsung dengan mereka, saya sedikit mengetahui dengan persis watak dan tingkah laku mereka. Umur yang hampir seragam, tingkah polah yang hampir mirip, beraninya hanya saat bergerombol, senengnya tidak karuan bila mendengar pengumuman libur atau pulang pagi, namun kepribadian masing-masing siswa sebenarnya berlainan. Sampai saat inipun kepribadian mereka masih melekat, sekalipun ada satu atau dua orang yang berubah cukup drastis.

» Read more

Pengembangan Pendidikan Karakter

dokumen pribadi

dokumen pribadi

Pendidikan karakter yang tertuang dalam permendiknas nomor 23 tahun 2015 telah tersosialisasi pada sebagian besar masyarakat. Waktu 2 tahun dianggap cukup untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah saatnya untuk kerja nyata untuk menurunkan nilai-nilai yang terkandung dalam permendiknas tersebut.
Seorang guru mata pelajaran sibuk menyiapkan nilai para siswanya. Selain nilai akademis, ia memberi penilaian terkait pencapaian non-akademis para siswa.  Sejalan dengan penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter, para guru di seluruh sekolah di Indonesia pun akan melakukan hal serupa.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter. Salah satu wujud nyata pendidikan karakter di sekolah adalah dengan mengembangkan minat dan bakat siswa.
Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana mewajibkan semua sekolah menerbitkan rapor dengan nilai ganda yang bisa diterapkan mulai 2018.
Para guru nantinya akan memberi laporan nilai akademis dan pengembangan kepribadian siswa. Selama ini, seorang siswa dianggap berprestasi di sekolah bila nilai akademisnya gemilang. Pemerintah berharap sekolah, utamanya para guru, mulai menghilangkan penyeragaman itu.
Bakat dan minat sebenarnya telah muncul dalam dunia pendidikan sejak tahun 90 an. Ranah ini disediakan pada saat siswa mengikuti ekstra kurikuler. Sehingga saat itu ada beberapa sekolah yang pulangnya hingha larut sore menjelang.
Howard Gardner, seorang profesor psikologi dari Harvard University mengemukakan teori kecerdasan jamak (multiple intelligence).
Gardner mengidentifikasi sejumlah kecerdasan yakni musical/rhythmic intelligence bodily/kinesthetic intelligence, logical/mathematical intelligence, visual/spatial intelligence, verbal/linguistic intelligence, interpersonal intelligence, dan intrapersonal intelligence. Dalam perkembangannya ada satu jenis kecerdasan tambahan yakni naturalistic intelligence.
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi.
Sementara, kompetensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan.
Tugas pendidik atau guru dalam hal ini adalah memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat mengembangkan potensi yang dimikili tiap siswa menjadi kompetensi, sesuai dengan cita-citanya.
Oleh karena itu, proses pendidikan dan pembelajaran yang berlangsung di sekolah harus berorientasi kepada invidu peserta didik.
Penerapan pendidikan karakter juga tak mesti dilakukan semua oleh sekolah jika memiliki keterbatasan sumber daya. Sekolah bisa saja bekerja sama dengan lembaga lokal yang letaknya tak jauh dari gedung pendidikan.
Misalnya, ada sekolah yang dekat dengan tempat kursus tari, maka sekolah dapat memanfaatkan tempat kursus itu sebagai wadah mengembangkan minat dan bakat siswanya.

Pudarnya Karakter Bangsa

sumber gambar : bitalyfiz.blogspot.com

sumber gambar : bitalyfiz.blogspot.com

Disinyalir perjalanan bangsa Indonesia sedang menuju jurang kenistaan. Pondasi dasar dasar berbangsa dan bernegara tidak lagi menjadi pedoman utama. Pancasila dan Undang Undang Dasar tahun 1945, hanya dibaca secara formal pada waktu seremonial. Upacara bendera, rapat kerja, dan pertemuan formal.

Bencana alam, menjadi berita sehari-hari. Anehnya, menurut beberapa ahli, bencana alam disebabkan karena ulah manusia sendiri. Tawuran antar sekolah, antar kampung, antar suku. Lebih mengenaskan lagi, pertentangan antar lembaga Negara. Saling lempar tugas, antara atasan dan bawahan.

Ada 8 tanda-tanda sebuah masyarakat yang akan mengalami kebangkrutan.

» Read more

Zurriyah Tayyibah

Zurriyah tayyibah artinya keturunan yang baik. Dalam ilmu kesehatan, gen yang diturunkan adalah gen yang baik-baik. Gen yang kurang baik atau tidak baik sama sekali terlempar dari alur turunan. Itulah keinginan setiap orang tua. Anak yang baik, bukan jaminan dari orang tua yang baik pula. Demikian pula sebaliknya, anak yang tidak baik bukan berarti bawaan dari orang tua yang tidak baik. Untuk menjadi orang yang baik, orang tua lebih banyak fokus dalam pembinaan keluarga, pola pergaulan dengan lingkungan. Gen hanyalah salah satu faktor yang bersifat inderawi.
Kepemimpinan keluarga, dalam khasanah Islam lebih banyak ditujukan figur ayah. Namun sesungguhnya kontribusi seorang ibu dalam kepemimpinan keluarga memiliki andil yang sangat besar. Karena seorang anak secara fitrah lebih dekat dengan ibu. Intensitas waktu dalam keluarga, seorang ibu lebih banyak bersama anak bila dibandingkan dengan ayah. Ibu adalah orang jasanya sangat besar terhadap perkembangan karakter anak. Di masyarakat banyak ditemukan kebiasaan dalam adat istiadat maupun budaya lisan bagaimana seorang anak lebih menyatu dengan Ibu. Tidak berlebihan jika Ibu secara de facto menjadi seorang pemandu dalam keluarga.
Islam adalah agama yang adil. Semua manusia sama dihadapan Allah swt. Hanya orang yang berimanlah sebagai pembeda. Kepemimpinan dalam keluarga telah diatur oleh Nabi Muhammad saw. Nukilan sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Muslim : seorang Istri adalah pemimpin bagi rumah tangga dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.
Hadits tersebut secara tegas menyatakan bahwa kaum perempuan adalah pemimpin dalam keluarganya bersama-sama dengan suaminya, kepemimpinan yang kolektif, yang saling melengkapi satu dengan lainnya. Llah sendiri menyatakan bahwa hubungan suami dan istri ibarat pakian yang saling menutupi dan melengkapi. Lihat surat Al Baqarah ayat 187.
Justru dengan memberikan beban yang berat kepada seorang Ibu, Allah memberi ganjaran bahwa seorang anak harus berbakti kepada Ibu 3 kali lebih besar dari seorang ayah. Allah juga memberi kemulian kepada seorang Ibu, agar menurunkan generasi yang zurriyah Tayyibah.

Aqidah dan Akhlak

sumber gambar : muslim.or.id

sumber gambar : muslim.or.id

Aqidah

Aqidah adalah bentuk masdar dari kata “aqada, ya’qidu, ‘aqdan, ‘aqidatan” yang berarti simpulan, ikatan, perjanjian dan kokoh. Sedangkan secara teknis aqidah berarti iman, kepercayaan dan keyakinan. Dan tumbuhnya kepercayaan tentunya di dalam hati, sehingga yang dimaksud aqidah adalah kepercayaan yang menghujam atau simpul di dalam hati.

Ciri-ciri aqidah adalah :

» Read more

Memilih Kawan

Sahabat, rekan, kawan adalah mitra dalam berprestasi bila dioptimalkan dengan cermat. Memang tidak mudah mencari teman. Kalau hanya untuk berkelakar banyak rekan berserakan. Namun sahabat yang mampu dan tahu kondisi kita bukan perkara mudah. Kawan adalah mitra dalam perjuangan. Kawan adalah tempat mengadu tumpahan suka duka.

Tidak heran maka sejak kecil kita dikenalkan dengan betmain dengan teman. Tak lain hanya untuk sosialisasi dengan lingkungan. Bila anak bermain dengan teman merasa cocok, sejatinya ia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mampu menyerap karakter orang lain. Oleh karenanya bersosial dengan orang lain harus dikenalkan sejak dini. Karena sesungguhnya berkawan itu pada dasarnya menggapai prestasi.

» Read more

Adab-adab Buang Hajat

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

1. Disunnahkan bagi orang yang hendak memasuki al-khalaa’ (kamar kecil/WC) agar membaca:

بِسْمِ اللهِ، اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan.”

Do’a ini berdasarkan hadits ‘Ali Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سِتْرٌ مَا بَيْنَ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُوْلَ: بِسْمِ اللهِ.

“Penghalang antara jin dan aurat anak Adam jika salah seorang dari kalian memasuki al khalaa’ adalah ia mengucapkan, “Bismillah”.”[Shahiih al-Jaami’ush Shaghiir (no. 3611)]

Juga hadits Anas Radhiyallahu anhu, dia berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ: اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

“Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak masuk ke kamar kecil, beliau mengucapkan, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan”. [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (I/242 no. 142)]

» Read more

1 2