Belanja

sumber gambar : merdeka.com

oleh : Hermawan Kertajaya

Ini adalah The Buzzword of Today di dunia pemasaran. Saya belum menemukan terminologi yang tepat dan pas dalam bahasa kita, tanpa kata-kata itu kehilangan makna. Saya pikir, apa salahnya untuk sementara menggunakan kata-kata tersebut supaya bisa menghayati maknanya. Sebab, itulah gejala yang memang terjadi saat ini.

Kini konsumen makin pintar menilai benefit yang ditawarkan dibandingkan dengan harga yang harus mereka bayar. Konsumen Jepang, misalnya, yang selama bertahun-tahun mau membayar harga lebih tinggi utnuk produk yang sama, sekarang sudah tidak mau lagi. Merekamenuntut kualitas tinggi dengan harga yang wajar. Runtuhnya bubble economy merupakan indikator bahwa mereka tidak mau lagi membeli produk yang sama dengan banyak ekstra-yang sebenarnya tidak mereka butuhkan-dengan harga tinggi. Mereka jadi sadar bahwa dengan begitu, nilai sebenarnya yang mereka terima rendah.

» Read more

Hidup Hemat

sumber gambar : bmtnurulislam.com

sumber gambar : bmtnurulislam.com

Tidak mudah mengendalikan harta yang kita miliki. Saat berlimpah, nafsu ingin semua dimiliki menjadi ranah yang dominan. Karena pada dasarnya manusia itu rakus. Lebih rakus dari seekor semut yang membawa makanan melebihi dari tubuhnya sendiri. Hidup mewah mendekati hedonisme justru menjadi kebanggaan. Saat memiliki manusia lebih kikir dari seekor binatang yang paling kikir. Entah apa nama binatang itu.

Karenanya manusia diberi otak dan hati agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Otak untuk menalar, untuk apa harus memiliki barang. Bergunakah untuk pribadi? Adakah sisi kepemilikan barang itu jika dinikmati orang lain? Dan yang penting kemampuan membelinya.

» Read more