Optimalisasi Kecerdasan Spiritual

Aristoteles sebagai seorang filosof dan psikolog boleh berbangga telah menemukan metode untuk mengukur kecerdasan manusia, yaitu dengan mengukur Intellegence Quotient (IQ). Dalam perjalanan IQ ini dikritik, karena menafikan sisi kemanusiaan. Hanya otak yang penuh kalkulasi yang bisa diandalkan. Beruntung Daniel Goleman menemukan sisi lain tentang keberadaan manusia yaitu Emotional Quotient (EQ). EQ merupakan prasarat dasar untuk penggunaan IQ. Pada akhir abad keduapuluh, ada interseksi antara psikologi, neurologi, ilmu antropologi dan kognitif untuk menunjukkan sisi yang ketiga yaitu Spiritua Quotient (SQ).

» Read more