Seragam

seragam

Saya pernah punya dosen, orangnya nyentrik. Seorang dosen fisika, pintar dan cerdas. Menurut pengakuannya, dia hanya mau memakai seragam korpri tiap tanggal 17 saja. Itupun cuma untuk upacara. Selepas itu, seragam dilepas. Dikenakannya baju yang lain.

Ia tak pernah mengendarai mobil pribadi, karena memang tidak punya. Setiap pergi ke kampus mengendari mobil angkutan sambil membawa penumpang. Sesampai di kampus mobil sudah beralih ke kernet yang merangkap sopir.

Buya Syafi’i Ma’arif, menurut pengakuannya juga tak pernah memakai seragam yang telah disediakan oleh kampus. Dalihnya cukup sederhana. “Dengan berpakaian seragam akan membawa pikiran yang seragam”.

» Read more