Pancasila : Proporsi yang Berkeadilan

sumber gambar : economy.okezone.com

sumber gambar : economy.okezone.com

Sejak menjelang pilkada DKI sampai sekarang status warga Negara masih juga dipertanyakan oleh nitizen. Ahoker atau Aniser. Mereka mengklaim dirinya menjadi posisi dua kutub yang saling berlawanan. Dikira Indonesia Cuma DKI saja. Satu kelompok menyebut dirinya cinta (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sementara di lain pihak lebih mencintai Daulah Islamiyah. Meskipun keduanya sebenarnya bukan isyu yang menarik, dan sangat kuno. Ketinggalan jaman.

Pancasila, semenjak ditetapkan sebagai dasar Negara telah mengalami berbagai macam cobaan untuk dijungkalkan. Namun Negara dan warganya yang solid, yang menginginkan Indonesia berdiri, masih tetap menjadi penyangga utama agar Pancasila tidak tumbang. Kelompok kiri maupun kanan tak mampu meruntuhkan. Isyu keagamaan, kesukuan terbukti tidak mampu menggerogoti ketegaran Pancasila.

» Read more

India dan Cina

Warga keturunan India di Amerika, kini tak bisa dipandang sebelah mata. Sekarang banyak warga India yang berkiprah menjadi pejabat, ilmuwan, konsultan bahkan ada yang menjadi politikus. Banyak penasehat hukum terkemuka di kota-kota besar seperti Singapura dan Hongkong.
Di satu sisi, di India banyak sekali orang pandai. Bahkan pernah menjadi back ground di salah satu film James Bond. Artinya, bisa menjadi indikator bagi orang luar mengakui bahwa kebudayaan India cukup unik. Dalam khasanah keilmuan ada yang mengatakan bahwa perkembangan filsafat matematika berasal dari daratan Hindi. Bandingkan dengan Indonesia yang pernah memiliki bumi Nusantara.

» Read more

Blue Print Perekonomian Indonesia

Pemilihan Presiden tahun 2014 diyakini sebagai pilpres yang paling brutal dari segi saling serang menyerang. Andai saja ada 3 calon atau lebih mungkin tidak separah yang baru saja kita laksanakan bersama. Karena siapa lawan siapa kawan tampak jelas pemisahnya. Huhungan pertemanan yang telah dirajut begitu lama, sekarang luruh dan berantakan hanya karena perbedaan pilihan. Meskipun sebenarnya pemilih tidak merasakan secara langsung efek dari pilpres. Dulu petani sekarang tetap petani. Dulu karyawan belum ada jaminan akan naik menjadi pimpinan. Sama saja.
Persoalan bagi yang mampu berfikir cerdas, apa benar dengan pergantian presiden lantas akan berubah seketika? Apa setelah pemilihan usai, lantas kesejahteraan dari segi finansial akan tercukupi? Api jauh dari panggang. Tingkat kehidupan ekonomi dalam keluarga tidak cukup signifikan dapat meningkat bila terjadi pergantian presiden.
Ada yang ironis di kalangan kita. Bila berbicara masalah ekonomi, maka telunjuk tangan kita akan mengarah ke menteri keuangan, menko ekuin, perdagangan, menko kesra. Kita lupa bahwa perekonomian yang sedang kita nikmati ini telah tercetak dari perencanaan tahun sebelumnya. Perekonomian yang dibangun telah dipersiapkan secara matang oleh tim ekonomi negara. Laju ekonomi tidak berdiri sendiri di tahun berjalan. Tingkat pertumbuhan dapat dibaca melalui grafik. Bahkan untuk 3 tahun kedepan kesejahteraan masyarakat dapat diteropong sedari sekarang.
Adalah MP3EI atau Masterplan for Acceleration and expansion of Indonesia’s Development. Mengkaji rencana induk ambisius dari pemerintah Indonesia untuk mempercepat realisasi perluasan pembangunan ekonomi dan pemerataan kemakmuran agar dapat dinikmati secara merata di kalangan masyarakat. Mengapa ada kata ambisius? Karena dibanding dengan negara sesama asia tenggara, negara Indonesia masih belum duduk sejajar semisal dengan Malaysia. Sehingga wajar bila diibaratkan arena balapan, maka perlu mesin pendorong agar cepat sampai ke tempat tujuan. Masterplan ini dibuat semata-mata hanya supaya Indonesia dapat mencapai kesejahteraan lebih awal. Bukan karena parpol A. Karena itu tim ino terdiri dari orang profesional tanpa memandang latar belakang.
Indonesia sangat membutuhkan gambaran ekonomi yang akan menimbulkan kesejahteraan untuk masa depan. Dibutuhkan prediksi yang akurat agar kebutuhan untuk mencapai tujuan bisa terealisir, atau kalau meleset tidak terlalu banyak. Tim ini terdiri dari berbagai ragam tingkat disiplin, karena tim akan melakukan analisis berdasatkan potensi demografidan kekayaan sumber daya.
Kalau masyarakat hanya kenal menteri keuangan, menko ekuin maupun kesra, tak perlu disalahkan. Karena yang dipublikasikan memang hanya itu. Adapun tim MP3EI tidak dikenal. Jangankan programnya. Apalagi timnya. Padahal kinerja mereka sangat dibutuhkan dan diketahui oleh masyarakat. Rencana 2 tahun kedepan harusnya diketahui publik. Agat masyarakatpun mampu menyesuaikan diri. Presidenpun harus menyesuaikan diri dengan hasil kajian MP3EI. Presiden sebagai kepala pemerintahan akan lebih baik mengurui kehidupan bermasyarakat dan berpolitik. Pesta demokrasi boleh berjalan sesuai dengan waktunya. Kegiatan ekonomi biarlah berjalan sesuai dengan dengam rencana.