Tahapan Pengetahuan dalam RPP

Bisa jadi, ada beberapa guru yang belum bisa membedakan antara fakta, konseptual, prosuderal dan meta kognitif. Karena keempat definisi tersebut kalau tidak teliti, hampir sama maknanya. Keempat definisi ini termaktub dalam materi pembelajaran. Bagaimana mungkin, guru professional tidak bisa membedakan.

Guru profesional berarti guru yang menguasai  ilmu pengetahuan yang diajarkannya atau materi pelajaran.  Persyaratan menguasai ilmu mutlak untuk semua guru, baik yang berpengalaman maupun yang belum berpengalaman. Tak ada pemakluman bagi guru yang baru sekali pun dalam penguasaan pengetahuan sekurang-kurangnya harus menguasai sampai level mampu menjelaskan.

Untuk lebih mudahnya, marilah kita kaji empat hal di atas, dengan contohnya.

Fakta. Fakta berkaitan dengan benar dan salah. Atau lebih jelasnya ujudnya. Contoh : gelas, air, pensil, buku, dll. Seorang guru menguji pengetahuan faktual siswa jika pernyataan yang dibuatnya sesuai dengan kondisi yang senyatanya.

Konseptual. Konsep berkaitan langsung dengan klasifikasinya, prinsip, teori, model dll. Lebih mudahnya, orang bisa menjelaskan atau membedakan dari fakta. Misalnya, siswa bisa membedakan antara gelas dengan air. Pensil dengan buku.

Prosedural.  Prosedural terkait dengan penguasaan proses. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sehingga sesuai dengan aturan yang berlaku. Bila proses tersebut tidak diurutkan, maka hasil akhir tidak sesuai yang diharapkan.

Sebagai contoh : orang menanak nasi. Pertama yang dipersiapkan adalah, menyiapkan tungku/kompor, mengambil beras. Tahap kedua, beras dicuci dan diberi air secara proporsional, tahap yang ketiga menyalakan kompor dengan skala tertentu, dan waktu tertentu, sehingga berujud nasi.

Meta Kognitif. Tahap pengetahuan yang paling tinggi adalah berfikir. Berfikir membutuhkan pengetahuan dan pengalaman/ketrampilan. Setelah menerima beberapa materi pelajaran, siswa mampu membangun pengetahuan baru. Atau bisa juga disebut dengan pemahamn mengenai belajar tentang cara belajar.

Tahap ini, bisa jadi, seseorang yang akan menanak nasi tak perlu lagi menggunakan kompor. Sebagai gantinya listrik, atau panel tenaga surya. Pengganti nasi, bisa jadi dengan mengganti jenis makanan lain yang berbentuk karbo hidrat.

Melawan Mitos

sumber gambar : kompasiana.com

Benarkah mitos di bawah ini selalu membayangi kita?

  • Semakin tinggi pendidikan semakin tidak kreatif
  • Orang yang tidak bersekolah tinggi semakin kreatif
  • Orang yang kritis akan sinis terhadap orang lain
  • Manusia kritis berbeda dengan manusia kreatif, keduanya tak bisa disatukan
  • Karena dia pandai maka dia tak bisa bergaul dengan baik

Mitos, tak simetris dengan ilmu pengetahuan. Mitos berjalan sesuai angan-angan. Ilmu pengetahuan bergerak karena ditemukan fakta. Mitos mengandalkan kepercayaan, ilmu pengetahuan mengandalkan pikiran.

Realita dalam dunia pendidikan, masih ditemukan adanya mitos yang tak terkait langsung dengan dasar-dasar ilmu. Banyak kita jumpai mitos masih menjadi dasar dalam melangkah dan merengkuh pendidikan. Suasana pembelajaran menjadi terlalu sempit. Harusnya mitos ditempatkan pada posisinya, seperti yang terdapat dalam dongeng-dongeng karya sastra.

» Read more