5 Peran Guru

Mengenyam pendidikan di abad-21 sangat berbeda dengan masa sebelumnya. Teknologi informasi sangat berperan dalam alih budaya yang semakin cepat. Era digital menuntut setiap orang untuk berpikir cepat dan tepat.
Cepat saja tidak mungkin. Bisa salah sasaran. Andai salah sasaran, dan tidak mampu memperbaiki, ia akan semakin tersesat. Jauh dari jalan yang mestinya ia tempuh.

» Read more

Lembar Kerja Siswa

Banyak media yang bisa dipakai oleh seorang guru untuk menyampaikan materi pelajaran. Media klasik yang sampai sekarang masih bertahan dan banyak pemakai adalah metode ceramah. Semua informasi tunggal. Berasal dari guru. Cara ini kelayakannya kurang bisa diterima oleh model pembelajaran mutahir mengingat sumber belajar semakin beragam. Berbagai cara yang ditempuh oleh pemangku jabatan agar guru dalam menyampaikan ilmu dengan menggunakan multi metode. Disesuaikan dengan kondisi dan karakter siswa.

Lembar kerja siswa (LKS) adalah salah satu cara pembelajaran yang sebenarnya tergolong mudah dan murah. Guru dengan sangat leluasa membuat LKS sesuai dengan siswanya. Bahasa, budaya, kebiasaan di sekolah, bahkan tata letak LKS bisa diujudkan. Kalau memungkinkan, tidak memakai LKS yang dibuat oleh orang lain. Karena LKS sebenarnya spesifik sekali. LKS akan melekat dengan karakter seorang guru.

Ada 5 (lima) yang dapat dipetik dengan membuat LKS.

» Read more

Menikmati Hari Guru di Malaysia

sumber gambar : blogfina.com

sumber gambar : blogfina.com

Waktu pertama kali masuk ke negeri Jiran, kebetulan saat itu bertepatan dengan Hari Guru. Sama seperti di Indonesia, Hari Guru juga di peringati di Malaysia. Rupanya memang guru harus diapresiasikan sesuai dengan kemampuan dan proporsional. Beruntung saya bisa menyaksikan Hari Guru di Malaysia. Kalau menurut catatan, hari guru jatuh tanggal 19 Mei.

Saya menyaksikan momen tersebut saat berada di Universitas Utara Malaysia. Suasananya demikian akademik, karena pelaksanaannya diisi dengan berbagai macam temu ilmiah. Tanggal 20 Mei bagi bangsa Indonesia merupakan hari Kebangkitan Nasional. Disaat bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, saya dan rombongan malah melancong ke negeri tetangga. Toh, bukan asal jalan-jalan belaka. Ada misi yang hendak kami emban dengan mengunjungi Malaysia. Tak lain adalah “ngangsu kawruh – jawa”, menimba ilmu. Persoalannya sudah tidak lazim lagi membangkitkan pepatah : dulu Malaysia belajar pada kita. Sekarang kita malah belajar dari Malaysia.

» Read more

Tiga Tahapan Konstruksi Vygotsky

zpd

Lahir di tanah Rusia pada tanggal 17 November 1896. Vygotsky sebenarnya bukanlah yang memiliki ahli dalam pendidikan, karena awalnya dia seorang sastrawan. Penyuka pusi. novel, menulis cerpen dll. Saat usia memasuki 28 tahun, ia mulai serius dalam bidang psikologi. Basic keilmuan yang dikantongi adalah sastra, namun kakinya melangkah ke bidang psikologi. Tahun 1925 beliau menuangkan desertasinya dengan judul “psycology of art”.

Dari desertasi inilah awal mula perkembangan belajar yang menganut konstruksivisme, yang mengungkapkan bahwa perkembangan kognitif seseorang bukan hanya dipengaruhi oleh individu diri sendiri, namun juga dipengaruhi oleh lingkungan. Ada dua perkembangan konstruksi yang ia kemukakan :

» Read more

Uang Sekolah

Elementary School Student Counting on Fingers --- Image by © Redlink/Corbis

dokumen pribadi

Organisasi atau Lembaga tanpa keuangan sama saja dengan sekelompok orang yang berkumpul tanpa arah. Padahal organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki itikad dan tujuan yang sama. Tujuan tersebut akan dinikmati secara bersama-sama. Untuk mencapai tujuan diperlukan biaya. Demikian pula sebaliknya, hartanya melimpah tapi tanpa digunakan dengan dengan benar, jadilah harta yang menganggur. Ekonom bilang sia-sia.

Sekolah memiliki tujuan. Arah yang akan dicapai telah disepakati bersama. Oleh karenanya menggerakkan sekolah salah satunya dengan uang, meskipun tidak harus banyak. Dengan uang yang dimiliki, maka tujuan yang hendak dicapai akan terasa ringan karena segala kegiatannya dapat tercukupi.

» Read more

Umur Ideal Seorang Guru

Dalam sebuah komunitas yang bernama sekolah ada sub kelompok kecil yang dinamakan guru. Dari dulu, guru menjadi kelompok yang dominan. Karena penelitian mengatakan bahwa 76,6% proses pembelajaran di sekolah didominasi oleh guru (Nana Sudjana). Inilah satu sebab yang oleh banyak pengamat pendidikan di Indonesia berjalan stagnan atau malah semakin menurun.
Meski kebijakan tentang pendidikan telah berganti-ganti, dalam realisasi guru masih memberi warna dalam aktifitas di sekolah. KTSP dan Kurikulum 2013 memberi ruang peran guru semakin sempit. Sebaliknya peran siswa dan orang tua diperlonggar. Area pengikisan peran guru bukan berarti semakin berkurang dalam kegiatan belajar. Kurikulum 2013 memberi amanat agar guru menjadi figur pembimbing, atau moderator. Kegiatan siswa dioptimalkan. Kebijakan model ini memberi persepsi yang berbeda-beda dari masing-masing guru.
Menerima dengan antusias, pasrah setengah menggerutu, atau menolak dengan asumsi bahwa kegiatan administrasi guru semakin ribet, tidak bisa lagi mencuri waktu untuk pekerjaan sampingan.
Ketiga katagori tersebut, setelah dihitung dengan teliti, ternyata umur tidak berpengaruh. Ada beberapa generasi tua yang masih semangat dengan kebijakan baru yang lebih mementingkan proses dan hasil akhir. Mereka optimis dengan ditemukannnya model-model terkini untuk membangkitkan semangat belajar. Tidak sedikit ditemukan generasi muda yang lunglai menghadapi pekerjaan yang menyita waktu hanya untuk proses pemelajaran.
Semangat idealisme yang masih hangat dari bangku kuliah buyar tersirami dengan tersitanya energi untuk kegiatan sekolah. Bila ditelusuri lebih jauh, ternyata indikator niat menjadi faktor penentu dalam mengembalikan tujuan mulia pendidikan dan pemelajaran di sekolah. Meskipun salah satu syarat penerimaan menjadi guru adalah ingin mengajar dengan sungguh-sungguh, namun faktor itu tidak menjamin. Karena sifatnya masih tertulis (legal formal), peminat untuk menjadi guru ternyata cukup banyak sehingga harus diseleksi, ada beberapa yang bukan berasal dari jurusan pendidikan meski telah memiliki akta 4.
Pengaruh kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial juga berperan penting. Tanpa menyampingkan kompetensi pedagohik dan professional. Guru yang berlatar belakang atau memiliki pengalaman dalam aktifitas sosial lebih cepat beradaptasi dan lebih cepat mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi di kelas atau sekolah. Tua atau muda tidak berpengaruh.
Golongan muda yang aktif di kampus atau di masyarakat cukup banyak. Sementara kelompok tua yang tidak memiliki aktifitas di masyarakat juga tidak sedikit. Jadi umur tidak berpengaruh secara signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan dari sudut pendidik.

Merasakan Kehadiran Organisasi Guru

Tanggal 25 November merupakan hari guru. Besok, kelahiran organisasi guru diperingati oleh segenap pimpinan dan anggotanya. Di Yogyakarta sendiri, dalam kalender pendidikan, tanggal 25 november diberi tanda, sebagai hari libur untuk semua jenjang sekolah. Untuk memperingati hari guru, ada baiknya saya mengenalkan organisasi guru menurut data yang saya ketahui.

Saat ini ada 4 buah organisasi guru, baik yang diakui oleh pemerintah maupun yang tidak diakui. Mereka diakui karena memiliki ijin pendirian. Keempat organisasi guru itu memiliki visi yang sama yaitu memperjuangkan nasib guru. Jadi, hingga kini, nasib guru diperhatikan oleh organisasi guru. Kalau Anda sebagai guru, merasa belum diperhatikan, berarti oraganisasi itu belum membumi, atau Anda sendiri yang memang belum bergabung. Mereka juga sepakat memperjuangkan peningkatan kualitas guru.

Organisasi adalah sebagai alat perjuangan untuk mencapai visi dan misi atau lebih tepatnya adalah mencapai cita-cita. Bila cita-citanya belum tercapai, maka berorganisasi itu masih perlu, bahkan harus lebih ditumbuh kembangkan lagi. Berorganisasi dilindungi oleh undang-undang.

Melalui beroraganisasi, guru akan terus mempertahankan eksistensinya. Bagi guru yang senang berorganisasi dan memiliki itikad baik untuk memperjuangkan visi dan misinya, tidak salah untuk memasuki salah satu organisasi guru dibawah ini :

  1. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)

PGRI adalah organisasi tertua yang mewadahi profesi guru di Indonesia. Berdiri pada tanggal 25 November 1945. Organisasi ini telah merasakan saat berdirinya republik ini, turut serta dalam perjuangan mempertahankan Negara dari rongrongan Partai Komunis Indonesia (PKI), merasakan masa orde lama, sampai ikut membesarkan pemerintah orde baru. Sekarang, disebut-sebut juga sebagai pundi-pundi suara untuk memepertahankan pemerintahan hasil reformasi.

PGRI ini mengusung visi : ” Terwujudnya organisasi mandiri dan dinamis yang dicintai anggotanya, disegani mitra, dan diakui perannya oleh masyarakat”. Hanya saja sampai saat ini, PGRI masih belum bisa melepas dari genggaman pemerintah. Keduanya bersimbiose mutualisme. Saling menguntungkan. Namun  demikian, kegiatan yang disemarakkan oleh PGRI telah banyak dinikmati oleh kalangan guru.

  1. IGI (Ikatan Guru Indonesia )

Ikatan Guru Indonesia (IGI)  juga organisasi resmi. IGI adalah organisasi profesi guru yang diakui oleh pemerintah. Mempunyai  kelengkapan organisasi seperti : AD/ART, program kerja, pengurus dll. IGI memiliki visi “memperjuangkan mutu, profesionalisme, dan kesejahteraan guru Indonesia, serta turut secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa. Proses lahirnya IGI bukan untuk menandingi keberadaan PGRI.

Dibandingkan dengan PGRI, umur IGI masih sangat muda. Namun kehadirannya sudah tampak dirasakan oleh sebagian guru. Lewat beberapa seminar, loka karya, pelatihan, kursus dll. Banyaknya anggota masih kalah jauh dengan PGRI yang sudah malang melintang melintas zaman.

  1. FGII (Federasi Guru Independen Indonesia)

FGII adalah organisasi profesi guru dan/atau serikat pekerja profesi guru yang bersifat terbuka, independen, dan non Partai Politik. Data yang saya peroleh, oraganisasi ini dipimpin oleh Suparman. Tujuannya adalah terwujudnya guru profesional yang mampu mendorong sistem pendidikan demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

FGII ini sebenarnya gabungan dari beberapa organisasi guru. Pada tanggal 17 Januari 2002 FGII ini lahir, tepatnya di Tugu Proklamasi Jakarta.

  1. FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia)

FSGI lahir sebagai akibat dari persoalan pendidikan di Indonesia yang jalan di tempat. Ade Irawan dari Koalisi Pendidik Indonesia Corrption Watch (ICW) sebagai penggagas lahirnya organisasi ini. Lahir pada tanggal 23 Januari 2011 dan dipimpin oleh Retno Listyarti. Memang masih sangat muda. Kebijakan yang sangat keras menohok pemerintah adalah tentang ujian nasional dan BOS.

1 2