Empati dan Motivasi

Kebermaknaan hidup saya dapat tampil secara luar biasa karena saya memiliki dua kekayaan emosi: empati dan motivasi. Empati berkaitan dengan kehidupan bersama, kehidupan yang melibatkan seluruh manusia di muka bumi ini; sementara motivasi berkaitan dengan diri-lebih-dalam (inner self) masing-masing orang. Saya merasakan, betapa akan sangat kering kerontang dan membosankannya hidup jika tidak disentuh oleh empati dan motivasi. Saya juga meyakini–sebagaimana ini diyakini oleh Eric Jensen, penulis Brain-Based Learning–bahwa hanya emosi yang dapat memberi arti.

Hanya emosi yang dapat memberi atau menghadirkan arti? Betapa sulitnya memahami hal ini. Betapa tidak mudahnya saya memaknai soal ini. Dan betapa bingungnya saya untuk membiasakan diri saya untuk menerima bahwa emosi itu akan banyak sekali memberikan arti kepada diri saya. Mengapa? Sebab emosi ini agak sulit dipahami dalam konteks yang rasional. Emosi bukan berada di wilayah belahan otak rasional. Emosi berada jauh di sistem limbik.

» Read more