Wasilah

Wasilah dalam bahasa arab berarti jalan atau perantara. Kata padanannya wasithah yang artinya jalan tengah dan pendamai. Dengan mengartikan wasilah menjadi orang tengah (perantara), kemudian timbul pengertian bahwa untuk sampai kepada Allah harus dengan perantara. Sedang perantara itu adalah ruh-ruh orang yang dianggap suci. Misalnya nabi, wali, para syuhada’, dan orang-orang shaleh. Kepada ruh mereka yang telah meninggal itu orang-orang berwasilah tersebut memohon bantuan agar dapat menyampaikan do’a kepada Allah swt.

Penulis pernah mendengar kata wasilah sejak dari kecil. Tapi tidak tahu inti sari dari wasilah. Yang sering didengar, kata wasilah itu diakitkan dengan kata Nabi Muhammad saw. Tak heran kalau dulu, sering mendapat kata “dapat wasilah dari Nabi”. Ternyata kata wasilah itu adalah perantara. Biasanya wasilah ini dipakai kalau seseorang akan menunaikan sesuatu. Akan ujian, mantu, mendirikan rumah dll. Aktifitas itu dimaksudkan agar mendapat wasilah. Artinya agar yang diidamkan dapat tercapai dengan perantara. Apakah yang demikian itu ada tuntunan dari Rasulullah? Al-Fairuzabadiy dalam Tanwiirul-Miqbaas Min Tafsiir IbniAbbaas menyatakan bahwa wabtaghuu illaihil-wasilah diartikan dengan carilah ad-darajah ar-rafi’ah(derajat yang tinggi). ”Carilah kedekatan dengan-Nya (Allah) dalam derajat (yang_tinggi)_dengan_amal-amal_yang_shalih.” Jadi, wasilah (perantara) yang dapat menyampaikan pada taqarrauh (dekat) dengan Allah adalah amal-amal shaleh. Lalu, apakah amal shaleh itu? Tidak lain adalah ath-th’ah fiimaa binahum wabaina rabbihim Artinya_ketaatan_melaksanakan_apa-apa yang telah ditentukan antara mereka dengan Tuhannya. Apa saja, yang diperintahkan atau tidak dilarang oleh Allah dilaksanakan dengan  ikhlas, itulah amal shaleh.

Dalam Q.S. Al-isra’ (17) ayat 56-57, Allah menegaskan bahwa kandungan ayat itu memiliki makna bahwa pengertian wasilah adalah jalan pendekatan diri kepada Allah, dengan mengingkari panggilan kepada selain Allah. Sebab selain Allah itu tidak memiliki kemampuan menyingkap marabahaya maupun mengalihkannya dari para pemanggil (yang minta bantuan kepadanya).

Car Free Day

dokumen pribadi

dokumen pribadi

Klaten tiap pagi hari minggu, orang berlalu lalang di jalan protocol. Jalan Pemuda. Pejalan kaki adalah yang mendominasi kerumunan, dan diikuti oleh penggemar sepeda. Sepeda motor dan mobil dilarang melintas di jalan satu arah yang membujur utara selatan. Hari itu (29 April 2012) adalah hari pertama pencanangan Car Free Day, yang akan terus dilaksanakan setiap hari minggu dari jam 06.00 – 09.00. Hanya 3 jam. Namun kerinduan untuk tidak mendengarkan suara knalpot dan kebisingan mesin sangat dinikmati warga.

Sebenarnya Klaten termasuk agak terlambat bila dibandingkan dengan kota Yogyakarta dan Surakarta. Mereka telah lama membuka akses jalan untuk kegiatan olah raga dan refreshing, pada jam tertentu. Tak ada kata terlambat, bagi orang yang ingin menggapai sesuatu. Sekarang warga Klaten bebas untuk menggunakan jalur utama sebagai ajang untuk unjuk diri.

» Read more