Kumpul Keluarga

Tercatat ada 2 momen yang sangat ditunggu oleh setiap orang tua dan juga kakek-nenek. Liburan semester awal dan Ramadhan jelang Idul Fitri. Itulah waktu yang sangat mewah dan istimewa. Saat keluarga kumpul bersama setelah dihajar oleh rutinitas yang semakin hedonism. Kalau dulu, meskipun orang bekerja, tapi masih sempat silaturrahmi. Kalaupun sibuk belajar, seorang anak masih sempat berkunjung ke tempat saudara, meskipun sekilas. Bahkan, sesama saudara atau tetangga saling berkirim makanan.

Idul Fitri Nan Ceria

Tradisi Idul Fitri yang telah menasional dapat dipastikan (hanya) milik Indonesia. Di Negara lain, memang ada kebiasaan mudik, seperti di China bila Gong Xi Fat Choi. Mudik adalah milik rakyat. Namun tidak semeriah seperti di Indonesia. Siapapun ikut pulang kampong meskipun mereka tidak beragama Islam. Bahkan ritualnya ikut kecipratan juga. Seperti libur, dagangan laris. Penyelenggara Negara, mulai dari Lurah hingga Presiden harus turun tangan langsung menangani mudik lebaran. Kebiasaan yang patut disyukuri sebagai forum kekerabatan masal, meski bukan perintah agama, namun tradisi ini telah menyatu dengan ritual agama. Aktifitas masyarakat menjadi semarak. Forum ukhuwah kian meningkat. Membumikan perintah agama kian Lanjut baca

10 Kesalahan Orang Tua terhadap Anak.

Membimbing anak, gampang-gampang susah. Atau kalau dibalik susah-susah gampang. Jaman sekarang sudah tentu berbeda dengan saat kita masih kanak-kanak. Perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap psikologi anak. Berikut ini hasil rangkuman tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Sadam, S. Ag, yang mengambil dari blognya isdaryanto. 1. Kurang Pengawasan. Robert Billingham menulis “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu tragedy yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Menitipkan anak, atau anak sekolah, kunjungilah secara rutin atau antar dan jemputlah anak bila kegiatan sekolah telah selesai.

Ingin Pintar

Sejak nol tahun hingga menjelang pernikahan, peranan orangtua sangat dominan. Disamping mencukupi kebutuhan pertumbuhan jasmani, orangtua juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak. Orangtua akan selalu mendampingi keinginan anak, memberi motivasi dalam mencapai citi-cita anak. Tak sedikit ongkos yang harus dikeluarkan untuk membiayai segala keperluan anak. Guru yang sebenarnya adalah orangtua. Dia menjadi panutan, pendamping dan sekaligus motivator bagi anak-anaknya. Orangtua menjadi tempat bertanya dalam segala hal kehidupan,  ia juga sebagai tempat bersandar manakala anak-anak menemui kegalauan. Orangtua juga menjadi inspirator, terkait dengan masa depan, Yang ada dalam benak seorang anak dalam merengkuh kehidupan, orangtua menjadi salah satu referensi  utama. Lanjut baca