Khotbah Jum’at (1)

Hadirin sidang jum’at yang dimuliakan Allah

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga pada siang hari ini, kita masih diberi kesempatan untuk mengagungkan asma Allah, mengingat Allah, memenuhi panggilan Allah, dalam majelis yang sangat mulia yaitu melaksanakan ibadah sholat jum’at. Seminggu sekali kita asah kembali kadar keimanan kita, seminggu sekali kita isi ruhani  dengan mendengarkan bimbingan rasul dan jalan yang telah ditetapkan oleh Allah swt.

Saya berdiri disini selaku khotib, untuk mengingatkan kepada diri kami pribadi dan jama’ah yang berbahagia, untuk selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, yaitu dengan selalu menjalankan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-larangan Allah.  Sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada kekasih Allah junjungan kita nabi besar Muhammad saw. Kepada sahabat-sahabatnya, keluarga dan juga kaumnya sampai akhir zaman nanti.

» Read more

Khotbah Jum’at

khotib2

Sholat Jum’at dilakukan dalam seminggu satu kali bertepatan dengan hari jum’at. Sholat ini wajib dilakukan oleh setiap muslim. Ada sebagian orang Islam yang menyertakan juga bagi muslimah. Itu masalah keyakinan.

Sebelum sholat jum’at dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan khotbah jum’at. Sholat inilah yang membedakan antara sholat jum’at dengan sholat ‘Idul Fitru maupun ‘Idul Adha. Saat sholat jum’at diawali dengan pelaksanaan khotbah, sedangkan pada sholat ‘Id, khotbah dilakukan setelah pelaksanaan sholat.

Karena khotbah dilakukan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan sholat jum’at, maka seorang khotib harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Khotbah bukanlah kultum atau pengajian. Khotbah adalah doktrin. Sehingga pelaksanaannya diatur oleh Islam.

» Read more

Keseimbangan Berbicara dan Mendengarkan

sumber gambar : hikmatpembaharuan.wordpress.com

sumber gambar : hikmatpembaharuan.wordpress.com

Tulisan berikut adalah buah hikmah saat saya berbicara dengan seorang teman yang menjadi khotib – sebut saja ustadz Joko. Seperti biasa, setiap bulan September-oktober tiap tahun, saya mencari khotib tahun berikut untuk masjid yang kami kelola dengan rekan-rekan. Ada khotib yang langganan ada yang baru. Masjid kami sudah lama memasang khotib paling banyak dua kali dalam setahun. Artinya saya mencari khotib minimal 26 orang dalam satu tahun.

Saat saya hubungan ustadz Joko untuk menjadi salah satu khotib, dan hari jum’at yang telah saya beri tanda untuk beliau, saya mendapat jawaban : “mas, untuk tahun depan jadwal saya sudah penuh. Saya membatasi menjadi khotib dua kali dalam sebulan. Saya akan menjadi makmum, dan mendengarkan uraian khotbah orang lain, sebanyak dua kali juga dalam sebulan”. Mendapat jawaban seperti itu saya cukup tergagap, dan saya sempat menggoda “ apa bener nih…  ustadz”. Setelah basa-basi agak lama, sayapun menerima alasan beliau.

» Read more