Strategi Belajar dengan Metakognisi

Pendidikan tak hanya membahas masalah kecerdasan semata. Pendidikan adalah segenap perilaku manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Kecerdasan hanya sebuah pilar dalam membangun pendidikan. Ki Hajar Dewantara, sebagai orang peletak dasar pendidikan, telah menancapkan tiang dasar, yaitu cipta rasa dan karsa. Faktor rasa atau emosi dan perkembangan fisik juga harus mendapatkan tempat dalam wadah pendidikan.

Konsep kognitif, afektif, dan psikomotorik dicetuskan oleh Benyamin Bloom pada tahun 1956. Karena itulah konsep tersebut juga dikenal dengan istilah Taksonomi Bloom. Pengertian kognitif afektif psikomotorik dalam Taksonomi Bloom ini membagi adanya 3 domain, ranah atau kawasan potensi manusia belajar.

» Read more

Pembelajaran Budaya Lokal

sumber gambar : baltyra.com

sumber gambar : baltyra.com

Dolanan anak adalah warisan dari budaya nenek moyang. Mereka menciptakan permainan buat anak-anak yang memang masanya bermain, namun bukan sekedar main-main. Didalamnya terkandung ajaran atau filosofi yang sarat makna. Hasil ciptaannya mampu bertahan hingga puluhan tahun. Hingga kini, dolanan anak yang sempat hilang dari peredaran karena dilindas modernisasi, tetap dicari. Bahkan, dolanan anak dibangkitkan kembali seraya diiringi dengan kompetisi. Dolanan anak di tempat tertentu menjadi kajian yang mendalam dalam perspektif psikologi, pertumbuhan jiwa dan raga, antropologi dan lain-lain.

Permainan anak termasuk budaya lokal yang mahal harganya. Dilihat dari konteks pendidikan, dolanan anak mengajak untuk bermain bersama. Hampir semua permainan anak-anak tempo dulu hanya bisa dimainkan bila bersama-sama. Bukan sendirian. Tidak seperti game yang sekarang merambah ke android. Dolanan anak selalu mengajak bersama. Maknanya bahwa mainan jenis ini untuk bersosial dengan teman-teman. Kalah menang hanyalah bagian dari permainan. Setelah bermain usai tertawa bersama. Tak ada timbul rasa kecemburuan. Inilah dasar dari pendidikan. Tumbuh kembang bersama karena masing-masing anak memiliki karakter yang berbeda. Satu dengan lainnya mampu memahami sifat individualnya.

» Read more