Negosiasi (2)

Negoisasi adalah bentuk tawar-menawar. Cuma mungkin namanya lebih keren. Membuat kesepakatan dengan pihak lain memang perlu seni tersendiri. Orang yang trampil dalam tawar-menawar biasanya sudah terasah sedari kecil. Orangnya supel, memahami kekurangan orang lain, senang bersahabat dengan siapapun tanpa memandang sekat suku, golongan dan kelas sosial.

Tawar-menawar bisa dikatagorikan sebagai sebuah permainan dengan aturan yang telah disepakati. Mengapa aturan disepakati? Karena tawar-menawar dilakukan dalam keadaan setimbang. Tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Aturan dapat berupa tertulis atau karena kebiasaan saja. Jual beli kendaraan bermotor, tentu lain dengan suasana di pasar hewan. Masuk di sekolah swasta berbeda dengan suasana di pasar modal. Meskipun intinya tetap sama. Tawar-menawar.

» Read more

Negosiasi (1)

Tokoh parta  bermain mata. Politikus adu tawar menawar dengan harapan ada sejumput rejeki yang hendak dibagi. Yang diatas, damai-damai saja.Yang dibawah gontok-gontokan. Suhu meningkat, perasaan hati ikut dipacu. Inilah hasil pileg yang dianggap meleset oleh tim sukses masing-masing. Negosiasi berjalan alot, karena posisi tawar terlalu tinggi. Pemenang pemilu inginnya mendikte, yang dapat kurang dari 10% punya hasrat yang tinggi. Jadilah posisi tawar menawar tidak berjalan.

Negosiasi jalan ditempat. Adalah Samuel L. Jackson merupakan salah satu bintang film berkulit hitamdariAmerikaSerikat. Ia yang membintangi film “negotiation” merupakan salah satu favorit tontonanku. Sudah puluhan lebih film yang ia bintangi, baik sebagai peran utama ataupun peranpembantu. Sebagai pemain utama atau pun pembantu, kehadirannya memiliki ruh dalam setiap episode. Cerita menjadi hidup. Meskipun film bercerita tentang detektif atau yang lebih umum tokoh kepolisian, namun baku tembak minim. Kecuali hanya mempertontonkan barisan kendaraan polisi yang bersirine “nguing-nguing” dan nyala lampu yang berbinar-binar.

Kevin Spacey, sebagai mitra mainnya, juga mampu mengimbangi. Salin gmengisi. Setiap saat, manakala kita berkomunikasi dengan orang lain, hamper bias dipastikan memiliki kandungan negoisasi.Tawar menawar. Dialog yang hendak dibangun mempunyai tujuan “win-win solution”. Karena semuanya ingin puas. Tak ada yang direndahkan. Meskipun setiap saat kita berunding, namun ada baiknya tips berikut ini dapat dijadikan referensi atau wawasan agar supaya negoisasi berjalansukses.

Menang semuanya. Persiapan. Setiap orang yang berpidato, pasti dipilah menjadi 3 bagian besar. Pertama pembukaan, kedua isi dan dilanjutkan penutup atau kesimpulan. Jadi bagian yang utama dari pidato adalah isi. Negoisasi berbeda. Bagian utamanya justru di depan yang merupakan kerangka atu persiapan. Karena di wilayah ini, hasil dan tujuan negoisasi ditetapkan. Tidak heran, untuk melakukan negosiasi perlu persiapan yang matang agar memperoleh hasil yang baik. Demikian pula dari pihak orang lain akan mendapatkan nilai-nilai yang pantas. Tahap berbagi. Periode berbagi ini  sebagai akibat dari jalannya negoisasi.

Orang yang telah berpengalaman dalam bernegosiasi, ia akan membuka dengan kalimat-kalimat yang disukai oleh lawan bicara. Dengan menyanjung, member apresiasi terhadap lawan, berarti negoisasi telah berjalan setengahnya. Orang lain akan segan manakala diperlakukan sebagai manusia yang memiliki harga diri.

Tawar menawar. Setelah pembukaan negoisasi berjalan dengan baik, saatnya kita membuka yang setulus-tulusnya maksud dan tujuan melakukan negosiasi. Tahapan ini akan diraih secara bersama-sama win-win solution. Kita tidak perlu pelit terhadap informasi, sebalinya tidak terlalu member informasi yang berlebihan.

Penutup dan komitmen. Setalah tawar menawar ditemui pada titik puncak, muncullah komitmen bersama. Hasil perundingan sebagai perjanjian terikat, satu dengan yang lainnya menghormati itikad bersama. Andai salah satu yang mengingkari dari perjanjian itu, mungkin tidak ada kepercayan kepada orang itu. Kalau di media social, mengingkari perjanjian akan dikebiri olah orang lain. Meskipun pejabat pusat.