Menjadi Simpatik dengan Komunikasi

Menjadi simpatik tidak datang seketika. Simpatik dibangun sejak dini dengan landasan dasar “tidak meremehkan orang lain”. Kunci ini manjur dalam setiap pergaulan. Dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun. Wajah simpatik yang alami datang dari hati, karena menghormati orang lain.
Dengan gestur tubuh yang sipatik, sebenarnya orang lain sudah menaruh hormat kepada kita. Apalagi bila dibarengi dengan tutur kata yang menenteramkan. Bertambahlah rasa empatinya. Berkomunikasi juga perlu latihan secara terus-menerus. Tak mengenal finish. Karena komunikasi menjalin kebersamaan dalam kesetaraan.

» Read more