Apersepsi

sumber gambar : klikdokter.com

sumber gambar : klikdokter.com

Memotivasi anak agar senang dan bisa menikmati belajar bukan pekerjaan yang mudah. Bagi anak secara alamiah sudah senang belajar, tinggal memberi rangsangan agar ketercapaian dalam memperoleh hasil belajar lebih optimal. Sebagian siswa lain yang mengalami masalah motivasi belajar, seorang guru akan menemui kesulitan.

Untuk memperoleh gambaran bahwa siswa telah siap menerima materi pelajaran, seorang guru dituntut untuk berbuat kreatif. Bisa membuat ritme suasana kelas. Ia harus berbuat sesuatu kala kelas tidak bergairah, dan bisa mengendalikan jika suasana kelas ramai. Bila pengajar menyampaikan dengan cara monoton, dan dilakukan berulang-ulang dari tahun ke tahun, tidak heran siswa akan merasa jenuh, bosan. Boleh jadi, siswa tak punya gairah pada waktu mempersiapkan buku pelajaran untuk esok hari.

» Read more

Tidak Sekedar Mengajar

Pendidikan yang hebat bukan sekedar menjadikan anak pintar, tetapi juga mampu menjadikan anak yang mandiri, bergaul dengan sejajar, dan bersikap bijak dalam menghadapi masalah.

Pintar saja tidak cukup. Bila yang dicari secara intelektual saja, anak-anak kita di masa yang akan datang bisa jadi akan kecewa dengan banyak persoalan. Dalam kehidupan, persoalan yang sering kali dihadapi bukan hanya pada soal matematis mekanistik, tetapi juga harus ada nilai emosi dan estetik.

Begitu banyak persoalan hidup yang akadang harus dihadapi bukan dengan kecerdasan intelektual. Orang boleh saja memiliki nilai 9 di rapornya, tetapi tidak selamanya cerdas menghadapi persoalan dalam hidupnya.

Oleh karena itu, bila tujuan pendidikan hanya mencetak sosok manusia pintar, tujuan pendidikan terlalu dangkal dan sempit. Mencari formula pendidikan adalah upaya serius yang harus terus terus dilakukan dan tidak boleh berhenti. Mencari format pendidikan selalu menjadi kreativitas yang harus dikembangkan dengan baik. Upaya terus-menerus untuk belajar dalam mencari cara terbaik dalam proses belajar adalah pembelajaran itu sendiri.

ditulis oleh : Prof. DR. Komarudin Hidayat dalam 250 Wisdoms membuka mata, menangkap makna