Profesor Goes To School

Hari ini saya cukup bersyukur dapat menghadiri forum ilmiah yang tersaji dalam Profesor Goes to School, bertempat di SMP Negeti 3 Yogyakarta. Kapasitasku sebagai peserta yang diundang oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Prop. DIY. Saya mengapresiasi usaha Dinas Pendidikan untuk menghadirkan nara sumber dati Universitas Gajah Mada yaitu, Prof. DR. Kirbani Sro Brotopuspito dosen Geofisika dan Prof. DR. Rer. Net. Widodo dari MIPA UGM.
Puncak kesyukuran saya taktala berjumpa dengan sesama guru matematika dan juga guru IPA. Satu pertemuan yang jarang terjadi, kecuali bila ada undangan untuk pemberkasan sertifikasi. Forum ilmiah ini sengaja menghadirkan ilmuan dengan tujuan agar perkembangan ilmu murni dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Usaha ini juga diperkuat oleh kelembagaan dewan pendidikan DIY. Diharapkan kajian ilmiah tidak hanya sampai disini. Tentu usaha-usaha yang dilakukan oleh peminat pendidikan masih terus ditunggu gebrakannya dalam rangka mendongkrak mutu pendidikan.
Kesempatan presentasi pertama Prof. Widodo. Seorang dosen yang sekaligus praktisi pendidikan yaitu PPPPTK Matematika. Materi yang beliau sajikan tentang pemodelan. Baginya model diartikan sebagai representasi yang memuat struktur esensial dari suatu obyek dalam dunia nyata. Dalam matematika, model diartikan representasi masalah dalam dunia nyata. Karena banyak sekali kita jumpai simbol-simbol matematika yang justri kita gunakan sehari-hari. Simbol ini merupakan buah kesepakatan secara bersama-sama seperti + , × – dan : . Dari simbol tersebut manusia dapat mencapai puncak kebudayaan. Oleh karenanya matematika sangat membantu dalam setiap masalah yang dijumpai manisia.
Contoh yang disajikan oleh Prof Widodo tentang kredit. Pembaca pasti telah melakukan transaksi kredit. Misalnya kredit sepeda motor. Saat sefanh tawar menawar, petugas akan gesit melayani hitung menghitung yang sebelumnya sudah disetting. Sehingga dia akan menghitung secra trampil dan jitu. Sodorkan uang muka, janjikan berapa kali dibayar, ia akan memainkan tut kalkulator. Tak sampai 20 detik, tersaji angka yang fantastik. Bukan besar kecilnya uang cicilan, tapi coba jumlah secara keseluruhan berapa uang yang harus disetor ke dealer atau bank. Dikesempatan lain mudah-mudahan bisa kami tulis macam-macam bunga yang diterapkan oleh bank dan bagaimana cara mengatasinya.
Maksud yang hendak disampaikan oleh profesor, bahwa banyak sekali aktifitas manusia yang bisa dibuat pemodelan. Dari pemodelan ini guru digiring untuk berfikir logis, bahwa ternyata ada cara-cara lain yang bisa ditempuh agar uang bisa dihemat. Tidak dicekik oleh bunga, dan tidak diajak berantem bank plecit.

Belajar dari Prof. Kusminarto

Ada pencerahan yang dapat memancar dari Dr. Kusminarto. Dosen MIPA UGM ini tampak sederhana dalam berbusana, santun dalam berbicara, namun dalam ilmu yang ditimbun. Beruntung orang yang dekat dengan beliau. Kerindangan ilmu akan menginspirasi dalam gerak langkahmu. Ilmu fisika yang dikuasai dapat diterapkan dalam bidang lainnya. Semula, ilmu fisika itu susah, sulit, ternyata dapat ditaklukkan hingga menjadi sahabat.
Ada 3 contoh penerapan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Pertama jalan menikung. Supaya diperhatikan, jalan menikung ini bukan novel karya umar kayam. Tapi jalan yang biasa tiap hari kita lewati. Ada apa dengan jalan menikung? Banuak terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan menikung. Apakah kurang trampilnya pengendara? Apa karen mgebut di jalan menikung? Atau disitu kebetulan ada yang menunggu. Makhlauk astral.
Dalam kajian fisika, jalan menikung ada hubungan yang erat dengan gaya sentrifugal. Gaya ini oleh pengendara atau penumpang dirasakan sebagai lemparan atau dorongan ke arah luar lengkungan. Rumusnya sederhana. Semakin cepat kendaraan meluncur pada tikungan, maka semakin besar pula masa yang tercerabut ke luar lengkungan. Agar stabil, maka harus ada keseimbangan antara massa benda, laju dan jejari lingkaran.
Supaya selamat saat mengendarai kendaraan di tikungan, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu : konstruksi jalan harus dibuat miring. Pembuat jalan harus tahu benar formula untuk membuat jalan di tikungan. Bila jalan itu untuk laju kendaraan dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam, maka kemiringan jalan harus dibuat kira-kira 29,5 derajad.
Kedua, Stroke. Penyakit yang dihindari oleh setiap manusia, tapi penyebab stroke selalu menjadi kawan karib. Stroke, kata dokter disebabkan oleh pola makan penderita. Karena terkait erat dengan tekanan darah dan kerja jantung. Penyebab stroke karena pembuluh darah otak yang pecah sebagai akibat dari tekaman darah yang tinggi. Biang keladinya adalah penyempitan pada pembuluh darahkarena pengedapan kolesterol di dinding pembuluh darah.
Apa peran fisika dalam kaitannya dengan stroke? Mengapa fisika tiba-tiba muncul dan ingin betbagi peran yang seharusnya ilmu kedokteran sebagai aktor utamanya. Dalam fisika dikenal dengan hukum Poiseulle. Hukum ini bekerja atas dasar hubungan antara debit air, (yaitu volume air mengalir tiap detik), kekentalan caiaran, panjang saluran, radius dan beda tekanan pada ujung-ujung saluran. Cara kerja rumus ini, agar tekanan turun maka pembuluh darah harus dilebarkan, atau darah dicairkan. Semula darahnya pekat, dibuat agar lebih cair. Agar pembuluh darah bebas hambatan dalam mengirim darah, maka pembuluh dijaga supaya tidak ada penebalan dinding pembuluh.
Ketiga Berat Badan. Siapa yang tidak ingin berbadan langsing? Atau ideal? Ada rumus yangbelum terbantahkan. Semakin meningkat pendapatan seseorang, akan berbanding searah dengan peningkatan berat badan. Kelebihan makan, lebih tepatnya kelebihan gizi hampir dirasakan oleh orang yang sudah berkecukupan. Apalagi golongan kelas menengah di Indonesia semakin melimpah. Apa ada suatu keharusan kalau makanan berlimpah diimbangi dengan badan yang subur? Untuk menuju Indonesia sehat tentu saja tidak.
Bergeraklah agar kalori terbakar. Energi yang diperlukan untuk bergerak sebesar 350 kalori sehari. Energi itu cukup untuk membakar tubuh seberat 13 – 18 kg setiap tahunnya. Hukum I Newton mengatakan bahwa pada dasarnya setiap benda memiliki sifat kelembaman, yaitu sifat memepertahankan keadaan geraknya. Untuk bisa bergerak diperlukan usaha atau energi. Semakin berat suatu benda, maka energi yang diperlukan semakin besar. Orang gemuk memerlukan energi yang banyak dibanding dengan orang kurus meskipun hanya untuk berjalan di sebuah lorong.
Menurut teori aktifitas, semakin gemuk semakin malas. Asas ini bermula dari “jika kegemukan itu sebagai penyebab malas beraktifitas bukan sebaliknya”. Tapi teori ini tidak berlaku umum. Banyak orang yang berbadan gemuk tapi aktif bergerak. Sebaliknya tidak sedikit orang kurus malas bekerja. Namun kalau yanh sudah terlanjur gemuk disarankan untuk melakukan diet. Bukan olah raga. Karena diet lebih efektif. Bayangkan, untuk menurunkan berat badan 4,54 kg. Untuk membakar kalori sebesar itu dengan cara bersepeda, ditempuh dalam waktu 35 jam, tanpa henti tanpa istirahat, tanpa minum dan makan.