Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah


Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah bukanlah organisasi formal. Keduanya tidak sama kedudukannya dengan Dinas Pendidikan. Jangankan orang tua, bupati atau walikota, masih banyak yang belum mampu membedakan antara Dewan Pendidikan, Komite Sekolah dan Dinas Pendidikan. Dewan pendidikan kota Yogyakarta seakan-akan seperti Dinas Pendidikan yang berada di bawah struktur pemerintahan dibawah bupati/walikota. Padahal posisi Dewan Pendidikan sebenarnya sejajar dengan bupati/walikota dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah memang tidak mempunyai peran sebagai excecuting agency. Tidak seperti Dinas Pendidikan yang memang mempunyai fungsi pelaksanaan urusan pendidikan. Oleh karena Dewan Pendidikan tidak memiliki peran dalam urusan pelaksanaan inilah, maka Dewan Pendidikan dipandang sebagai organisasi tak bergigi.

» Read more

Untuk Anak Kita Kelak

Setelah Ujian Nasional (UN) tertunaikan, langkah berikut menggapai pendidikan yang lebih tinggi. Belajar tak pernah mengenal titik. Selalu tanda koma setelah huruf terakhir. Kata berantai menjadi kalimat. Kalimat berkelindan menjelma jadi sebuah paragraf. Lembaran selalu tersedia, andai mau membuka.Ilmu tak kan mungkin habis diserap. Pena tak kan mungkin kering untuk menorahkan satu-dua huruf dan angka.

Bulan Maret hingga Mei, adalah bulan perjuangan. Minggu demi minggu yang menyesakkan. Di bulan-bulan tersebut kata evaluasi menjadi senjata bagi setiap yang menggunakan. Berpuluh-puluh catatan harus dibongkar lagi demi mendapatkan ingatan.

Saat ini tak ada bedanya dengan dengan waktu tahun lalu, maupun masa depan. Bahkan ada sekolah yang rela untuk mendatangi rumah siswa sejak bulan Januari. Ujian menjadi kata yang sakral bagi seorang siswa yang mampu menatap masa depannya sendiri. Ujian ibarat batu terakhir untuk meloncat ke arena yang baru.

» Read more

5 Peran Guru

Mengenyam pendidikan di abad-21 sangat berbeda dengan masa sebelumnya. Teknologi informasi sangat berperan dalam alih budaya yang semakin cepat. Era digital menuntut setiap orang untuk berpikir cepat dan tepat.
Cepat saja tidak mungkin. Bisa salah sasaran. Andai salah sasaran, dan tidak mampu memperbaiki, ia akan semakin tersesat. Jauh dari jalan yang mestinya ia tempuh.

» Read more

Moratorium Ujian Nasional

unas

sumber gambar : lensaindonesia.com

Pro kontra dalam kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendi terkait dengan penghapusan ujian nasional (unas) untuk jenjang SMP dan SMA/SMK terus bergulir. Ibarat sebuah jalan, kedua kubu menuju lorong yang tiada akhir. Masing-masing memiliki argumen cukup kuat antara tetap dilaksanakannya unas atau ditiadakan.

Muhajir Effendi sendiri, setelah menemui Presiden Jokowi sangat percaya diri bahwa ujian nasional tinggal menunggu regulasi Keputusan Presiden. Mendikbud beralasan bahwa moratorium penghapusan unas ini sejalan dengan konsep Nawacitanya Presiden Jokowi. Pemerintah akan menerapkan desentralisasi pendidikan. Mahkamah Agung, 7 tahun yang lalu juga sudah menetapkan bahwa ujian nasional layak untuk ditiadakan.

Alasan lain yang menguatkan unas ditiadakan adalah menghindari orang tua stress tahunan. Tidak sedikit orang tua yang justru tidak bisa mengendalikan emosi setiap akan menghadapi ujian nasional. Sedangkan anaknya justru mengabaikan. Ini membuktikan bahwa sebenarnya yang bernafsu untuk mendongkrak prestasi anak adalah orang tua.

» Read more

Menikmati Hari Guru di Malaysia

sumber gambar : blogfina.com

sumber gambar : blogfina.com

Waktu pertama kali masuk ke negeri Jiran, kebetulan saat itu bertepatan dengan Hari Guru. Sama seperti di Indonesia, Hari Guru juga di peringati di Malaysia. Rupanya memang guru harus diapresiasikan sesuai dengan kemampuan dan proporsional. Beruntung saya bisa menyaksikan Hari Guru di Malaysia. Kalau menurut catatan, hari guru jatuh tanggal 19 Mei.

Saya menyaksikan momen tersebut saat berada di Universitas Utara Malaysia. Suasananya demikian akademik, karena pelaksanaannya diisi dengan berbagai macam temu ilmiah. Tanggal 20 Mei bagi bangsa Indonesia merupakan hari Kebangkitan Nasional. Disaat bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, saya dan rombongan malah melancong ke negeri tetangga. Toh, bukan asal jalan-jalan belaka. Ada misi yang hendak kami emban dengan mengunjungi Malaysia. Tak lain adalah “ngangsu kawruh – jawa”, menimba ilmu. Persoalannya sudah tidak lazim lagi membangkitkan pepatah : dulu Malaysia belajar pada kita. Sekarang kita malah belajar dari Malaysia.

» Read more

Prinsip Pengembangan Kurikulum

sumber gambar : aljbr.sch.id

sumber gambar : aljbr.sch.id

Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungan

Lembaga pendidikan tidaklah berdiri sendiri. Pendidikan berbaur dengan masyarakat. Orang tua sebagai inti pendidik, secara harfiah telah memberikan amanat kepada lembaga pendidikan untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri anak. Sehingga dalam hal ini, segala aspek yang terkait dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan secara formal telah diberikan kepada lembaga pendidikan. Sebaliknya lembaga pendidikan terikat dengan lingkungan masyarakat. Tanpa peran serta masyarakat dalam mengapresiasikan pendidikan mustahil terwujud lembaga pendidikan. Sebaliknya, lembaga pendidikan memiliki peran yang startegis untuk mengembangkan potensi anak didik untuk dapat berpartisipasi secara aktif.Beragam dan terpadu

» Read more

Tidak Sekedar Mengajar

Pendidikan yang hebat bukan sekedar menjadikan anak pintar, tetapi juga mampu menjadikan anak yang mandiri, bergaul dengan sejajar, dan bersikap bijak dalam menghadapi masalah.

Pintar saja tidak cukup. Bila yang dicari secara intelektual saja, anak-anak kita di masa yang akan datang bisa jadi akan kecewa dengan banyak persoalan. Dalam kehidupan, persoalan yang sering kali dihadapi bukan hanya pada soal matematis mekanistik, tetapi juga harus ada nilai emosi dan estetik.

Begitu banyak persoalan hidup yang akadang harus dihadapi bukan dengan kecerdasan intelektual. Orang boleh saja memiliki nilai 9 di rapornya, tetapi tidak selamanya cerdas menghadapi persoalan dalam hidupnya.

Oleh karena itu, bila tujuan pendidikan hanya mencetak sosok manusia pintar, tujuan pendidikan terlalu dangkal dan sempit. Mencari formula pendidikan adalah upaya serius yang harus terus terus dilakukan dan tidak boleh berhenti. Mencari format pendidikan selalu menjadi kreativitas yang harus dikembangkan dengan baik. Upaya terus-menerus untuk belajar dalam mencari cara terbaik dalam proses belajar adalah pembelajaran itu sendiri.

ditulis oleh : Prof. DR. Komarudin Hidayat dalam 250 Wisdoms membuka mata, menangkap makna

1 2