Si Tukang Omong Di Kelas Sepuluh

Dengan wajah tertunduk, saya mengakui bahwa saya punya banyak kesalahan dan sering menghadapi kegagalan selama berprofesi sebagai guru. Dan kalau guru salah, ada sekian ratus siswa yang mungkin merasakan akibatnya. Salah satu keslahan terbanyak yang pernah saya lakukan adalah : kegagalan menahan diri dari menilai siswa lewat kesan pertama, memberi stereotip tertentu dengan melihat sesuatu yang hanya ada di permukaan, dengan sempitnya ilmu dan dangkalnya pemahaman.

Saya tak bisa ingat lagi semua siswa yang telah saya perlakukan tak adil seperti di atas, namun ada satu nama yang masih melekat : Arlan Soebarna.

Di tempat saya mengajar, sekolah mengadakan evaluasi keseluruhan setiap tiga bulan, yang membahas semua komponensekolah, termasuk kedisiplinan siswa. Tahun lalu, nama Arlan Soebrata dari kelas sepuluh selalu masuk pembahasan. Hampir semua guru mengeluhkan kelakuannya yang membuat suasana belajar jadi tidak “kondusif” (saya letakkan kondusif dalam petik karena maknanya berbeda bagi tiap orang).

» Read more

Mewaspadai Perilaku Anak

sumber gambar : koran-jakarta.com

sumber gambar : koran-jakarta.com

Pembaca yang telah memiliki anak, pasti pernah merasa was-was saat anak berperilaku yang bukan dari kebiasaannya. Situasi seperti ini banyak melibatkan semua anak. Baik yang masih kecil maupun yang akan atau sedang aqil baligh. Tiba-tiba anak jadi pendiam, murung dan galau. Mereka acuh tak acuh dengan keadaan di rumah.

Sebagai orang tua, yang peduli dengan keadaan anak tentu tak akan berlama-lama membiarkan kondisi anak yang demikian itu. Orang tua akan mencari sebab musabab anak menjadi pendiam. Ada berbagai cara yang dilakukan orang tua. Biasanya, ia akan bertanya kepada teman bermaian. Atau tetangganya yang anak sering bermain. Berbagai usaha dilakukan orang tua hanya karena ingin mengetahui perilaku anak diluar kebiasaan.

» Read more