Sore di Masjid Agung Jateng

Dokumen pribadi

Dokumen pribadi

Semula saya hanya ngantar keluarga untuk mengikuti pelatihan Seni Baca Al Qur’an yang diasuh oleh Hj. Mawaddah Muhadjir. Kursus yang diselenggarakan oleh takmir Masjid Agung Semarang bersifat terbuka. Siapapun boleh mengikuti. Baik yang sudah pandai melantunkan lagu Al Qur’an ataupun yang masih mengenal huruf hijaiyyah. Karena seni bersifat universal.
Setelah menunggu mengular karena antri untuk keluar dari jalan tol Bawen-Semarang, akhirnya tiba juga di masjid selepas siang yang menyengat. Sebelumnya tampak ragu. Apakah lewat jalur konvensional (lewat ungaran) ataukah lewat tol. Namun setelah merasakan alur lalu lintas dari Salatiga, kuputuskan lewat jalan tol. Dan tentu saja agak jengah. Jalannya monoton.

» Read more

Jelang Munas Erci

munas erci

Musyawarah Nasional ( munas) ERCI tak lama lagi akan digelar. Hajatan sebuah organisasi yang masih sangat belia akan diuji kredibelitasnya dalam mengelola sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam wadah erci. Erci akan dievaluasi  sampai sejauh mana kesepakatan atau keputusan munas sebelumnya telah dilaksanakan. Keputusan menjadi bentuk karya nyata atau hanya sekedar pandai membuat program.
Munas menjadi penting karena periode kepemimpinan akan berakhir dan pindah kepada orang lain. Sebuah kejadian yang alamiah. Pola kepemimpinan berpindah dari pengurus lama kepada pengurus yang baru, agar tifak terjadi kemandegan. Munas menjadi perlu karena dinamika dalam tubuh erci sendiri membutuhkan sentuhan yang profesional. Tuntutan profesional bukan semata-mata ikut latah dengan orang lain, akan tetapi sikap profesional dibutuhkan karena erci ingin membuktikan bahwa organisasi otomotif ertiga ini lurus dengan tujuannya dan mampu berbuat bagi orang lain.
Ada 2 hal yang menurut hemat kami, dalam menyambut munas.
Pertama : Penguatan Regional dan Chapter. Keberhasilan erci dalam menjalankan misinya (secara teknis) memang sangat tergantung pada komiten di lingkup regional dan chapter. Regional perlu dukungan yang kuat dari para chapter, sementara chapter membutuhkan regulasi yang adaptif dari regional. Mengapa demikian? Karena regional sebagai alat kontrol aktifitas chapter. Jangan sampai antar chapter dalam satu regional terkesan berjalan sendiri tanpa koordinasi.
Akan terjadi tarik ulur antara pusat dengan regional, atau regional dengan chapter itu pasti. Dan itu sangat baik sebagai pangejawantahan dinamika organisasi. Pengurus yang cerdas memiliki penyelesaian win-win solution. Pengurus yang bertipe pejabat akan memandang sebagai peluang untuk meraup kekuasaan. Tawar menawar sudah pasti akan terjadi. Namun disini bukan sebagai landasan untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek. Tawar menawar dalam munas erci berlandaskan pada visi, misi dan tujuan erci. Karena dari sanalah sebenarnya terkandung filosofi yang sangat dalam, kekeluargaan.
Kedua : Penyatuan Ikatan. Sebuah orkestra akan terasa indah dinikmati manakala terdapat perbedaan instrumen yang dimainkan. Namun tetap harmoni. Antara alat satu dengan yang lain  seperti derap langkah yang ritmis. Sebuah organisasi yang mengklaim memiliki anggota resmi 3.000 adalah potensial. Anggota itu memiliki citra rasa, katakter dan keinginan yang berbeda.
Untuk itu butuh sebuah tali sebagai ikatan dari adanya perbedaan. Tali ini bisa berupa simbol. Dan simbol ini harus disajikan  sebagai penyatuan.  Simbol tidak boleh berubah sedikitpun.  Simbol harus tetap. Karena simbol dianggap sebagai penyatuan member. Kesepakatan penentuan simbol harus berskala nasional. Semua pihak harus tunduk dan patuh pada putusan itu.