Menggagas Enterprenur di Sekolah

sumber gambar : youtube.com

sumber gambar : youtube.com

Mencermati penuturan Prof. Dr. Ing. Imam Robandi dalam forum (kaget) kepala sekolah di Kota Yogyakarta, menarik untuk disimak. Saya sebutkan kaget karena memang tidak direncanakan secara matang. Satu dan lain hal kesibukan beliau, maka saat lawatan ke Yogyakarta tak disia-siakanĀ  oleh kepala sekolah Muhammadiyah se Yogyakarta.

Salah satu yang saya cermati adalah, sekolah mesti memiliki naluri berdagang. Kata dagang lebih tepat dikatakan jualan, sangat tidak lazim bila yang melakukan lembaga pendidikan. Pendidikan, bagi sebagian orang masih merujuk pada institusi sebagai wahana transfer nilai dan ilmu. Sangat jauh bila bersentuhan dengan penjualan. Namun kata pak Robandi, kalau sekolah ingin eksis dilingkungan masyarakat salah satu yang harus dilakukan dengan berjulan.

» Read more

Meriahnya Market Day di Sekolahku

market day

Pendidikan di Indonesia hendaknya diarahkan bukan hanya mengandalkan pada ranah intelektual, namun agar diusahakan juga memiliki ketrampilan, peka terhadap lingkungan sosial. Pendidikan yang mampu mengarahkan pada potensi yang dimiliki anak itulah yang diharapkan. Demikian pula dengan pengembangan karakter anak.

Salah satu potensi yang melekat pada diri anak adalah sifat entertainment. Bahkan pada beberapa anak, ditemukan bakat untuk menjadi entertainment. Bila anak dideteksi memiliki jiwa enterpreneur, dan sekolah memberi peluang untuk mengembangkan bakatnya, maka sebenarnya pendidikan yang kita harapkan akan lebih mudah. Kebutuhan enterpreneur di Indonesia diharapkan pada kisaran angka 20 % dari jumlah penduduk.

» Read more