Argopeni, Cintaku Bersemi Lagi


Cukup beruntung bagiku mampu masuk di SMP Negeri 1 Wonosobo. Sebuah sekolah yang masuk katagori sekolah pilihan dan menjadi idaman bagi siswayang baru menamatkan di Sekolah Dasar. Untuk dapat masuk kesana diperlukan test, saat itu. Mungkin sekarang juga masih berlaku. Pihak sekolah tidak cukup yakin dengan nilai NEM yang digenggam sang calon siswa. Pertimbangannya sederhana. Kejujuran.

Sekolah tak cukup yakin tentang pelaksanaan Ujian Nasional yang dilksanakan dipelosok pedesaan. Meskipun yang mengawasi orang terpilih. Dan memang cukup adil, menurutku.

» Read more

Jejakku di Wonosobo (1)

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Saya memanfaatkan liburan Isra’ Mi’raj tahun 1438 H ini pulang kampong halaman. Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Bertemu dengan orang tua, kerabat dan kawan lama. Dan pastinya kuliner yang hingga sekarang belum punah bahkan semakin dicari : sego megana, tempe kemul, dan soto khas wonosobo. Kali ini saya tidak mencicipi mie ongklok. Jajanan resmi Wonosobo yang sudah kondang kaloko.

Satu ketika saya sengaja menyusuri jalan dari arah Mall Rita ke selatan. Rita sekarang, dulunya adalah Bioskop Dieng Theater dan Terminal Bis antar kota. Saya pasti ingat, dulu bisnya pakai hidung merk Toyota, masih ada pintu belakang, dengan nama Toyo Gesang, artinya air yang mati. Saya sering naik Jurusan Wonosobo-Jogja langsung, untuk menengok Bu Lik yang dulu sekolah di Yogyakarta.

» Read more