Hari kesembilanbelas ramadhan 1442 H

Jangan kamu ikuti apa-apa yang tidak ada ilmunya sama sekali.” (QS. Al-Isra'[17]: 36)

Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan.” kata Rasulullah..

Suatu ketika dalam sebuah dialog, setan bertanya kepada seorang ahli ibadah (‘abid) dan seorang yang berilmu (‘alim). Pertama, setan bertanya kepada ‘abid, “Mungkinkah Allah mampu memasukkan bumi beserta isinya ke dalam gelas? ‘abid pun menjawab “tidak mungkin”. Pertanyaan berikutnya ia lontarkan kepada seorang ‘alim. Seorang ‘alim tidak serta merta langsung menjawab, tapi ia perlu proses berfikir.

Dalam dialog diatas, Rasulullah pernah menggambarkan kedudukan dua orang tersebut, yaitu ‘abid dan ‘alim. Kata beliau bahwa kedudukan dua orang tersebut bagaikan bumi dan bintang. Rasulullah memberi isyarat betapa tingginya orang yang berilmu. Allah sendiri pernah membuktikan bahwa Adam adalah makhluk yang paling cerdas diantara makhluk yang lain. Hanya Malaikatlah yang mengingatkan agar berhati-hati menciptakan manusia di bumi. Keberadaan khalifah di bumi akan berbuat kerusakan, demikian Malaikat memprediksi.

Dari paparan di atas, memberi ibrah bagi kita sebagai manusia bahwa ketika seseorang hanya memikirkan tentang kesalehan pribadinya saja, tanpa melihat lingkungan maka kesalehan itu tidak akan dinilai di hadapan Allah. Masih banyak tetangga yang memerlukan uluran tangan dari kita. Mereka yang masih fakir ilmu, fakir harta, fakir pengalaman, harus mendapat suntikan dari kita yang dianggap memiliki kemampuan.

Berapa banyak kesesatan bermunculan sebagai akibat dari kurangnya ilmu. Berapa banyak kedloliman mencuat karena fakirnya orang beribadah. Ketimpangan sosial terjadi akibat dari kurang berdayanya ‘abid dan‘alim. Pos-pos tertentu, terutama pengambil kebijakan suatu pemerintahan cenderung hanya untuk peningkatan ekonomi dan pendapatan negara. Mengabaikan unsur pembangunan manusia seutuhnya.

Prediksi Rasulullah pernah bersabda “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan.” Siapakah mereka? Mereka berasal dari golongan ‘abid dan‘alim yang telah terkontaminasi keinginan yang pendek.

Aktivitas yang mungkin kita lakukan adalah membangun integritas antara ‘abid dan ‘alim untuk tegaknya masyarakat yang diidamkan. Berilah peluang kepada keduanya untuk menegakkan tata sosial yang adil. Orang yang berilmu sekaligus ahli ibadah datangnya secara diam-diam. Mereka ini tidak riya’ dalam mendemonstrasikan yang dimiliki.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *