Jum’at Berkah

“Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen.” (Qaf [50] : 9)

Air telah menjadi zat yang amat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Manfaat utamanya adalah sumber dan pemelihara kehidupan, termasuk kehidupan manusia. Air dapat pula berfungsi sebagai kesejahteraan melalui berbagai jenis penggunaan. Semua makhluk hidup memerlukan air untuk bertahan hidup. Tanpa air, kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia ini.

Fungsi air sesungguhnya memuat tiga bagian, antara lain sebagai stabilisator suhu bumi. Matahari dan bumi, memiliki jarak tertentu, sehingga bumi mempunyai suhu tertentu untuk kehidupan mahkluk hidup. Namun demikian, tidak semua sudut bumi dapat dihuni oleh makhluk hidup. Di Kutub utara misalnya, hanya makhluk hidup tertentu yang dapat bertahan hidup.

Bumi memancarkan energi radiasi sebesar 0,09 watt/m2. Sementara bumi menerima penyinaran dari matahari sebesar 342 watt/m2. Bagaimana dampak penyinaran matahari terhadap air? Air dapat menguap setebal 3 mm per hari untuk setiap meter persegi. Penguapan ini berfaedah agar proses daur air dapat berlangsung. Dalam realita, tidak semua sinar matahari sampai ke permukaan bumi. Sekitar 120 watt, sinar dipantulkan kembali oleh udara ke atmosfir ruang angkasa.

Sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi diserap dalam bentuk panas, dan dapat menyebabkan terjadinya penguapan. Ukuran penguapan di wilayah laut maupun danau cukup membantu terjadinya stabilitas atmosfer. Dapat dibayangkan, bila bumi tidak memiliki air, maka akan terjadi suhu udara pada siang hari sangat tinggi. Sebaliknya, pada malam hari sangat dingin karena bumi sangat sedikit memancarkan panas.

Fungsi kedua dari air adalah bahwa segala makhluk hidup berasal dari air. Kehidupan sehari-hari dengan segala aktivitasnya dapat berjalan karena adanya air. Ada beberapa teori tentang asal muasal kehidupan.

Abiogenesis mengatakan bahwa awal mula kehidupan berasal dari benda mati. Melalui proses kimiawi, maka menjelma menjadi makhluk hidup.  Deep Hot Biosphere memberi asumsi bahwa semua kehidupan berasal dari beberapa kilometer di bawah permukaan bumi. Primitive Extraterrestrial atau Exogenesis berteori bahwa kehidupan berasal dari luar bumi. Mereka meyakini bahwa ada desainer yang pintar (intelligent design) dari seorang kreator (al-Khaliq). Clay theory  berpendapat bahwa kehidupan (manusia) berasal dari tanah liat atau lempung. Teori ini diyakini mendekati dengan ayat al Qur’an, bahwa penciptaan manusia dari tanah.

Ketiga, air hujan yang menghidupkan. Ada beberapa ayat al Qur’an yang berbicara manfaat air hujan untuk kehidupan. Meskipun air hujan membawa keberkahan, namun tetap harus hati-hati dengan air hujan. Karena air hujan mengandung senyawa kimiawi yang dapat membahayakan. Garam misalnya. Air hujan yang mengandung garam yang tinggi terutama di daerah pantai, karena air hujan ini dominan dari penguapan air laut. Asam Nitran dan Sulfat, yang berasal dari daerah dengan tingkat polusi yang tinggi, seperti di perkotaan.   

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *