Akhirnya Kumenemukanmu

Tuntas sudah waktu 6 hari pelatihan Guru untuk Guru yang tercover dalam kursus Ketrampilan Berfikir Tingkat Tinggi (KBTT). Senada dengan Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang dipopulerkan pertama kali oleh Benjamin S. Blomm. Dalam ranah pendidikan lebih dikenal dengan taksonomi Blomm, yang selalu diulik setiap pembahasan tingkat kompetensi. Memang begitulah andaikan mau meningkatkan kompetensi agar keprofesional guru tetap terjaga.

Enam hari bukanlah waktu yang memenuhi syarat agar seorang guru terampil memainkan peran sebagai seorang pemberi informasi sesuai dengan standar KBTT. Tapi enam hari cukup untuk membangkitkan semangat mengajar dengan pola yang diinginkan. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (P4TK Matematika) sebagai lembaga penyuluh guru matematika telah memberi kesempatan kepada sejumlah guru yang diharapkan mampu mengemban amanah mengembangkan KBTT di sekolahnya masing-masing. P4TK Matematika juga berperan aktif turun ke bawah, memantau secara langsung pelatihan ini.

Bapak Budi Santoso Asrori, SE, M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, dalam sambutan penutupan, mengharapkan guru matematika berperan aktif dalam meningkatkan prestasi siswa. Sampai saat ini memang Kota Yogyakarta masih dikenal sebagai kiblatnya pendidikan di tanah air. Namun dengan laju Teknologi Informasi (TI) yang kian mecengangkan, bukan tidak mungkin daerah lain akan mengincar kedudukan Kota Yogyakarta sebagai kampium Pendidikan.  Masih ingat beberapa waktu yang lalu, ada daerah lain yang sempat mendepak singgasana kita. Guru matematika sebagai salah pemegang tampuk mata pelajaran favorit diharapkan terus memacu diri agar siswa mencintai matematika

Sebagai pejabat di lingkungan Kota Yogyakarta, Beliau selalu mengingatkan tentang bahaya covid-19. Setiap hari selalu mendengar orang yang terpapar corona. Dilihat dari grafiknya meningkat. Status warna kuning dan merah selalu silih berganti antar kecamatan di Kota Yogyakarta. Antisipasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dengan melakukan pembelajaran online. Beberapa minggu lalu telah dilakukan konsultasi dengan protokol yang ketat. Upaya ini dilakukan agar siswa yang masih belum puas dengan pembelajaran online, dapat menanyakan langsung kepada gurunya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *