Jum’at Berkah

“Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa saja yang Dia kehendaki” Asy-Syuura : 49

Akil baligh akan dialami oleh siapapun, selama pertumbuhan fisiknya normal. Akil baligh merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah, dan menjadi penanda bahwa orang tersebut telah memenuhi syarat untuk melaksanakan syariat tertentu. Allah menentukan bukan berdasarkan umur, namun berdasarkan perubahan fisik.

Akil memiliki arti berakal, memahami, atau mengetahui. Sedangkan baligh berarti orang yang telah mencapai usia tertentu, dan dianggap dewasa melalui perubahan biologis. Orang yang telah mengalami akil baligh tidak lagi dianggap anak-anak. Ia sudah dapat membedakan benar atau salah.

Tanda-tanda akil baligh bagi seorang lelaki berbeda dengan perempuan. Ibnu Jauzi mengatakan bahwa “Seorang anak lelaki mencapai balighnya ketika terjadi salah satu dari tiga kejadian yaitu, mimpi erotis, mencapai usia lima belas tahun, atau tumbuhnya bulu-bulu kasar sekitar kemaluan depannya”.

Sementara anak perempuan, memiliki ciri salah satu dari lima tanda berikut. Tiga yang pertama sama seperti pada lelaki. Sedangkan dua yang terakhir adalah haid dan hamil. Jika salah satu dari lima tanda tersebut terjadi pada anak perempuan, saat itu pula harus mengetahui bahwa ia mulai terkena taklif (hukum syariah). Hukum syariah bukan memberatkan, namun justru memberi peluang untuk menjadi manusia yang taqwa.

Allah telah memberi kenikmatan kepada suami istri untuk memiliki keturunan. Mereka adalah yang akan meneruskan cita-cita orang tua. Mereka yang akan meneruskan generasi untuk kemaslahatan di dunia ini. Lelaki dan perempuan, memiliki status yang sama dihadapan Allah.

Setiap fase yang terjadi pada anak, cara membimbing dan mendidikpun berbeda. Bila telah mencapai gerbang akil baligh, maka mereka telah mencapai umur dewasa. Perlakukan mereka sebagai mitra. Secara telah mampu berfikir logis. Sudah dapat membedakan mana yang bermanfaat atau madharat. Namun tetap hati-hati, karena jiwa mudanya sedang hangat-hangatnya bergejolak.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *