Hari keempatbelas ramadhan 1442 H

Apabila kamu membaca Al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk.”

(an-Nahl : 98)

Kata Al-Isti’adzah menurut bahasa berarti : al-Iltaja’a (berlindung), al-‘Itisham (berpegang teguh), at-Tahashsana (terjaga/terpelihara). Sedangkan menurut istilah Al-Isti’adzah adalah suatu lafadh untuk memperoleh perlindungan Allah swt dalam rangka menolak kejahatan, dan permohonan pertolongan dalam upaya memperoleh kebaikan.

Kalimat isti’adzah berarti Aku memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari setan yang terkutuk agar ia tidak membahayakan diriku dalam urusan agama dan duniaku, atau menghalangiku untuk mengerjakan apa yang telah Dia perintahkan. Atau agar ia tidak menyuruhku mengerjakan apa yang Dia larang, karena tidak ada yang mampu mencegah godaan setan itu kecuali Allah Ta’ala.

Para ulama’ berbeda pendapat tentang nilai hukum perintah yang pada ayat di atas. Apakah perintah itu menunjukkan wajib atau sunnah. Jumhur (mayoritas) ulama’ memahami nilai perintah pada ayat di atas merupakan sunnah. Sehingga menurut mereka, seandainya pembaca tidak membaca al-Isti’adzah, maka ia tidak berdosa. Sebahagian ulama’ yang lainnya memahami kata perintah pada ayat di atas sebagai perintah wajib. Sehingga menurut mereka, seandainya pembaca tidak membaca al-Isti’adzah ketika mau membaca Al-Qur’an, maka ia berdosa.

Terlepas dari perbedaan pendapat di atas, yang terpenting bagaimana agar setiap Muslim memahami betapa pentingnya memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah swt, dari godaan syetan yang terkutuk. Terutama ketika memulai membaca Al-Qur’an, baik dalam melaksanakan shalat maupun di luar shalat. Apalagi di dalam shalat yang dilakukan oleh setiap Muslim, karena pada umumnya untuk mencapai shalat yang khusyu’ sesuatu tidak mudah.

Kalimat Al-Isti’adzah ini, begitu sangat mudah untuk diucapkan, akan tetapi pada praktek pengamalan hakikat kandungan al-Isti’adzah memerlukan sebuah perenungan yang cukup mendalam. Hal ini terkait dengan akidah atau keimanan umat Islam. Bagaimana agar umat Islam mampu menjadikan syetan dalam kehidupannya menjadi musuh yang nyata, bukan menjadi teman setia.

Keutamaan membaca al-Isti’adzah antara lain : setan kabur ketika membaca ta’awudz, membuat lisan kita semakin suci, dekat dengan para malaikat, menunjukkan bahwa orang etrsebut dekat dengan al-Qur’an.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *