Organisasi dapat melakukan fungsinya sebagai alat untuk membantu mencapai tujuan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan fisik dan soft skill, namun perilaku orang yang akan menggerakkan roda organisasi akan membawa dampak. Sikap yang dimiliki harus mampu membangun tata kelola organisasi, sehingga roda organisasi senantiasa berjalan, dan terhindar dari lobang yang menjerumuskan.

Sikap atau perilaku seseorang bukanlah bawaan. Sikap dapat dipelajari dan dilatih. Tingkah laku yang melekat dalam diri seseorang haruslah perilaku yang berjalan secara terus menerus. Bukan seketika. Oleh karenannya, pembentukan sikap orang yang tergabung dalam sebuah komunitas organisasi harus disesuaikan dengan visi dan misinya. Sehingga muncul istilah budaya organisasi. Budaya ini timbul karena merupakan refleksi dari setiap penghuninya.

Agar perilaku manusia yang akan menggerakkan organisasi mendekati tujuannya, ada beberapa karakteristik tentang perilaku (attitude) yang perlu diketahui. Hal ini disarankan untuk dimunculkan, agar kelak dikemudian hari tidak muncul kekecewaan, berikut adalah karakteristik yang melekat pada perilaku.

Sikap bukan bawaan lahir

Sikap bukanlah bawaan sejak lahir. Sikap juga bukan bawaan keturunan, tapi ada kemungkinan kesamaan dengan orang tua. Perilaku memang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Orang yang bekerja di sebuah lembaga akan terbawa oleh perilaku yang dibangun oleh lembaga itu. Lembaga memberi pengaruh yang signifikan terhadap perilaku personalnya.

Sikap itu dipelajari

Karena sikap atau perilaku bukan bawaan sejak lahir, maka sikap dapat dibentuk lewat pergaulan atau melalui pelatihan. Lapar itu kondisi psikologis. Tapi memilih makanan adalah penentuan sikap. Bertahan hidup adalah kondisi psikologis. Namun memilih pekerjaan yang akan mendatangkan financial sehingga bisa digunakan untuk bertahan hidup adalah perilaku.

Memiliki kestabilan

Sikap seseorang biasanya bersifat stabil. Misalnya memilih warna tertentu untuk berpakaian. Dalam keadaan tertentu, kesukaan terhadap makanan tertentu sering dipertahankan oleh seseorang. Misalnya, mahasiswa dari luar daerah yang bertahan untuk tidak makan dengan makanan lokal, dalam waktu tertentu dalam rangka penyesuaian.

Jiwa seseorang yang signifikan

Kepribadian orang yang menyenangkan, biasanya sangat berarti bagi kita. Orang bertindak semaunya sendiri, biasanya akan dijauhi dari komunitasnya.

Berisi kognisi dan afeksi

Perilaku seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh kecerdasan intelektual dan emosi. Kecerdasan adalah usaha yang dicari. Intelektual seseorang didapatkan dari belajar. Memiliki emosi (akhlak) yang stabil tidak datang seketika. Ada usaha terus menerus untuk mendapatkan akhlak yang mulia.

Terbuka terhadap revisi

Orang yang memiliki perilaku yang positip senantiasa terbuka terhadap kritik. Baginya kritik bukan sebagai lawan, namun justru sebagai pemicu untuk menjadi lebih baik lagi. Kritik ibarat batu bata yang siap untuk menambal bangunan dari lobang ketidak sempurnaan. Orang yang bebal terhadap kritik ibarat bangunan tua, yang siap menunggu keruntuhannya karena dimakan waktu.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *