Bekerja itu Menyenangkan

Ramadhan tahun 1441 H hari kelimabelas

Letih karena bekerja itu lebih baik dan mudah sirna, daripada capek karena menganggur. Berbahagialah yang senantiasa bekerja keras. Berapapun hasilnya, asalkan halal.

Bila kita tenggelam dalam pengangguran, akan memudahkan kita lelah dan capai. Rasa lelah ini bukan hanya menyerang di pikiran kita tetapi juga sampai ke tubuh dan jiwa kita. Apalagi ketika kita menganggur lalu dijejali dengan khayalan-khayalan yang tidak jelas. Ini akan semakin membuat diri kita semakin terlena.

Akan tetapi, berbeda bila kita bekerja. Dengan bekerja, kita punya banyak kesempatan untuk bisa saling berbagi. Maka nikmatilah setiap pekerjaan dan profesi yang kita jalani. Fokus dan tekun dalam pekerjaan sebenarnya mengasyikkan. Meskipun mungkin kita kelelahan, tetapi lelah yang menghampiri kita akan mudah sirna. Kita akan dengan cepat mendapatkan energi kembali untuk segera melakukan pekerjaan. Apalagi bila diujung pekerjaan itu telah jelas imbalan dan upahnya.

Kerja didefinisikan sebagai penggunaan daya. Manusia secara garis besar dianugerahi Allah empat daya pokok, yaitu :

Daya fisik yang menghasilkan kegiatan fisik dan keterampilan

Daya pikir yang mendorong  pemiliknya berpikir dan menghasilkan ilmu pengetahuan.

Daya kalbu yang menjadikan manusia mampu berkhayal, mengekspresikan keindahan serta beriman dan merasakan serta berhubungan dengan Allah Sang Pencipta.

Daya hidup yang menghasilkan semangat juang, kemampuan menghadapi tantangan serta menanggulangi kesulitan.

Penggunaan salah satu dari daya-daya tersebut, betapapun sederhananya, akan melahirkan kerja atau amal.

Disarikan dari tulisan : 250 wisdom karya Komaruddin Hidayat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *