Berbeda Suasana namun Semangat yang Sama

Apapun keadaannya, bahwa upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tetap khidmat, meskipun masih dalam suasana Covid-19. Virus yang bisa menyebabkan kematian ini ternyata bisa membuat hampir semua negara terkapar. Menuju jurang resesi.

Jika Allah swt menghendaki, semua berjalan sesuai dengan firman-Nya. Kisah-kisah Nabi-Nya yang tertuang dalam kitab suci cukup menjadi bukti. Peristiwa banjirnya Nabi Nuh, terbaliknya tanah umat Nabi Lut, menggambarkan betapa dahsyatnya peristiwa tersebut. Virus corona, bagi orang yang beriman adalah tanda-tanda, bahwa Allah memberi sinyal sesuatu kepada umat-Nya.

Insya Allah menjadi pengalaman yang tak terlupakan, bahwa saat ini dunia Pendidikan masih dalam suasana darurat. Pelaksanaan kegiatan pendukungnya juga dalam keadaan tidak seperti biasanya. Redaksi mencatat pengalaman 3 siswa melaksanakan upacara secara virtual. Peristiwa ini juga ditulis oleh mereka. Berikut kami sajikan tulisan mereka secara utuh.

Pertama: Azlea Pinada kelas 8 ICT

Dirgahayu Indonesia tahun ini memang berbeda dari tahun – tahun yang sebelumnya. Semua aktivas dialihkan ke rumah.Kantor, Sekolah, dan kegiatan lainnya terhenti karena pandemi covid 19. Termasuk kegiatan yang hanya terdapat di bulan Agustus seperti lomba-lomba 17-an, gotong-royong membersihkan desa, dan malam tirakatan semua di hentikan. Termasuk Upacara 17 Agustus yang dibatasi jumlah pesertanya. Rasanya memang sangat berbeda.

Tapi ingat ,walaupun hanya bisa melihat Upacara 17 Agustus dari virtual maupun melalui layar televisi kita tetap masih punya semangat kemerdekaan. Saya sebagai rakyat Indonesia bersyukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pahlawan walaupun melihat hanya dari layar televisi dan berharap dari pandemi covid 19 cepat berlalu dari ibu pertiwi. Saya selalu bersyukur. Selamat Dirgahayu Indonesia yang ke-75 tahun,tetap maju dan sejahtera negeriku.

Kedua: Naufal Rayhan kelas 8B

Pada tanggal 17 Agustus 1745 Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dari penjajah (Belanda). Indonesia merobek bendera warna biru di Hotel Yamato Surabaya. Setelah berhasil Presiden Indonesia Bapak Ir. Soekarno membuat proklamasi.

Kita sebagai warga negara Indonesia seharusnya menghargai jasa para Pahlawan dengan mengikuti upacara bendera secara hikmat. Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini Indonesia sedang berduka karena dampak covid-19.

Ketiga: Pespita Febriani kelas 7B

Upacara HUT RI yang ke-75 digelas di Istana Merdeka di Jakarta. Selaku inspektur upacara Bapak Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Joko Widodo. Upacara ini rutin setiap tahun diadakan.

Upacara Bendera dilaksanakan dengan penuh khikmat, dengan menggunakan protocol Kesehatan di masa pandemic covid-19.

Teks Proklamasi dibacakan oleh Ketua MPR Bapak Bambang Susatyo. Pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih dilakukan oleh para PAKIBRAKA dan diiringi lagu Indonesia Raya.

Pengalaman saya menyaksikan upacara HUT RI ke-75 adalah saya merasa bangga dengan Bangsa Indonesia karena walaupun dimasa pandemic covid-19, Bangsa Indonesia masih bisa mengadakan upacara HUT RI ke-75

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *