Bila Bumi Digoncangkan

Hari keduapuluhlima ramadhan 1442 H

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (al Zalzalah : 1 – 2)

Mayoritas ulama berpendapat bahwa secara umum bahwa surat al Zalzalah ini ini berbicara tentang kondisi mencekam hari kiamat. Mulai terjadinya gempa dan guncangan dahsyat di bumi hingga perginya manusia ke padang mahsyar hingga mendapat balasan atas sekecil apa pun perbuatannya. Namun, kejadian di dunia ini patut untuk dicermati terkait dengan peristiwa gempa bumi.

Akhir-akhir ini kita sering mendengarkan dan merasakan gempa bumi dengan berbagai ukurannya. Ucapan yang paling sering kita dengar pada saat terjadinya gempa adalah “astaghfirullah”, “subhanallah”, “Allah Akbar”. Ucapan ini spontanitas, karena orang merasakan secara langsung getarannya, bahkan merasakan langsung kejadiannya, atau hanya sekedar informasinya.

Gempa bumi biasanya disebabkan oleh peristiwa alam yang disebabkan oleh perubahan-perubahan yang ada dalam bumi. Entah pergeseran tanah, peristiwa vulkanik, meletusnya gunung, atau peristiwa perubahan volume air laut. Sebagai orang yang beriman, kejadian itu bukan semata-mata peristiwa alam belaka. Itulah tanda-tanda kebesaran Allah swt.

Pada ayat yang pertama, kata idzaa  digunakan Al Quran untuk sesuatu yang pasti akan terjadi. Berbeda dengan kata in yang biasa digunakan untuk sesuatu yang belum atau jarang terjadi. Dengan demikian, ayat ini mengisyaratkan bahwa keguncangan bumi ini pasti terjadi. Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini, bumi yang bergerak dan bergetar di bagian bawahnya hingga menimbulkan gempa yang dahsyat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengartikan gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.

Ayat kedua, kata al ardl (bumi) menunjukkan bahwa guncangan atau gempa ini terjadi di seluruh wilayah bumi. Bukan hanya sebagian wilayah sebagaimana gempa bumi yang kita ketahui saat ini. Meskipun kejadiannya hanya dalam wilayah tertentu, namun akibat dari gempa tersebut dapat menimbulkan sampai luar daerah.

Apapun bentuk gempa yang terjadi, peristiwa ini menyebabkan kerusakan. Kerusakannya bukan hanya material, tapi juga mental. Kesembuhan trauma dapat berlangsung lama. Namun sebagai orang yang memiliki Allah sebagai pelindung, bencana diibaratkan sebagai peringatan. Allah yang membuatnya, seberapa tangguh keimanan seseorang.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *