Buku Bagai Bejana Tuhan

Ramadhan tahun 1441 H hari pertama

Ajaklah anak-anak kita untuk mencintai buku sejak dini, karena buku akan menjadi sayap yang kokoh untuk terbang mengarungi masa depan.

Buku adalah jendela dunia. Melalui buku, manusia dapat menelusuri titian-titian pikiran, imajinasi, hingga kontemplasi manusia-manusia yang hudup dalam ruang dan waktu yang berbeda. Sangat beruntung manusia yang senantiasa memperkaya hatinya dengan senantiasa menyantap buku untuk kebutuhan sehari-hari. Semua itu adalah ayat-ayat Tuhan. Tuhan, karena meliputi segala sesuatu, Diapun senantiasa hadir pada setiap sesuatu, termasuk pada setiap buku. Maka dari itu, kebiasaan membaca buku bagai bejana yang tidak pernah usai menampung setiap informasi (ayat-ayat) dari Tuhan.

Bayangkan bila kebiasaan membuka bejana ayat-ayatNya dimulai sejak dini. Tentu sang anak yang memang sejak kecil telah divine (hebat, istimewa, bersifat ketuhanan) akan semakin kaya dengan limpahan informasi dari Tuhan. Tentu saja, setiap buku itu baik, tetapi tidak semua buku itu tepat untuk anak. Bila demikian, biarkan sang anak yang akan memilih buku (informasi) yang mereka inginkan. Biarkan sang anak yang memilih dan menentukan masa depan dengan buku yang ia genggam. Bukankah seseorang akan seperti apa tergantung buku yang dibaca.

Sumber tulisan : 250 wisdom karya Komaruddin Hidayat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *