Cara Berbakti setelah Orangtua Meninggal

Ramadhan tahun 1441 H hari ketujuhbelas

Pada suatu Ketika para sahabat sedang duduk di hadapan Rasulullah. Tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Bani Salamah. Dia langsung mengajukan pertanyaan “Ya Rasulullah, apakah sesudah kedua orangtuaku meninggal dunia, masih ada sisa bakti yang dapat aku persembahkan kepadanya?” Jawab Rasulullah : “Ya, masih ada. Yakni dengan mengirim doa dan memohonkan ampunan. Menepati janji dan nadzar yang pernah diikrarkan kedua orangtua, memelihara hubungansilaturahmi serta memuliakan kawan kedua orangtuamu”. Demikian Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban memberikan keterangan dalam kitab shahihnya bersumber dari Abu Asid Malik bin Rabi’ah Ash-Sha’idi.

Rasulullah menegaskan, bahwa barangsiapa menziarahi kubur kedua orangtua atau salah satu diantaranya pada setiap hari (terutama) Jum’at, maka dia memperoleh ampunan dosa dan dicatata sebagai orang yang berbakti kepadanya.

Nilai yang sangat fundamental ini, kini banyak dilupakan orang. Terlebih manusia modern yang sudah terbius oleh oleh laju berkembangnya teknologi dan budaya non Islami. Akibatnya, hidup mereka dilanda kegelisahan. Bahkan yang sangat tragis lagi, ada orang modern yang sama sekali tidak mengetahui di mana orangtuanya dikuburkan. Berarti pelaksanaan birrul walidain terdapat nilai yang kurang.

Merupakan birrul walidain saat orangtua telah meninggal adalah menyambung silaturahmi dengan sanak kerabat dan sahabat orangtua. Mereka itu, dulu yang pernah bersahabat dalam suka dan duka,  bahkan mungkin mereka berjuang bersama untuk mewujudkan cita-cita.

Disamping menyambung tali persudaraan dengan teman-teman kedua orangtua, bentuk birrul walidain yang lain adalah memuliakan anak kerabat dan kenalannya. Meneruskan perjanjian yang mulia dengan mereka.

Disarikan dari : Kewajiban Timbal Balik Orangtua-Anak karya “ A. Mudjab Mahalli.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *