Cara Memandang Kehidupan

“Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal” Asy Syura : 36

Ada banyak cara memandang kehidupan menurut kaca mata masing-masing. Memandang berarti berbicara masalah sudut pandang. Bila kita memakai kaca mata berwarna biru, maka yang tampak di depan mata semuanya berwarna biru. Demikian juga cara menyikapi kehidupan. Bila cara sudut pandang negatif, maka yang dirasakan kehidupan ini akan terasa negative, hidup sepertinya jadi sia-sia. Demikian pula sebaliknya.

Cara pandang ini sangat dipengaruhi oleh informasi yang kita dapatkan. Bila selama ini informasi yang masuk ke dalam pikiran, baik bacaan, perenungan, obrolan, maupun apa yang dilihat bersifat motivasi, maka orang tersebut cenderung untuk melakukan hal-hal yang bersifat optimis, melangkah lebih tegap, tidak banyak mengeluh. Lain halnya, bila informasi yang ditangkap bersifat melemahkan diri, maka orang tersebut cara memandang dunia dengan warna yang kusam.

Bila kita rasakan, sesungguhnya cara orang menikmati kehidupan tergantung cara pandangnya. Orang yang memiliki cara hidup itu positip, pada umumnya Ia akan alergi dengan urusan riya’ (pamrih, ingin dilihat, ingin dipuji). Baginya, menyelesaikan pekerjaan adalah cara hidup, bukan bagaimana hidup itu. Apapun tugas yang diemban akan diselesaikan dengan penuh amanah. Mereka memiliki cara pandang tersendiri terhadap kehidupan di sekelilingnya, sehingga tidak berharap orang lain perlu atau harus memandangnya.

Teman-teman sejawat, atau sekerja, dipandang sebagai mitra kerja. Bukan sebagai kompetitor untuk meraih jabatan tertentu. Mereka adalah sahabat yang sewaktu-waktu dapat membantu kita, bila kelak menemui kesulitan. Mereka adalah mitra kerja yang tangguh untuk menyelesaikan pekerjaan. Bahkan mereka dapat dijuluki jaringan (network).

Cara pandang yang positip akan sangat mempengaruhi efektivitas kerja. Memandang dengan kaca mata positip, akan menimbulkan sifat optimis. Cara pandang yang positip juga akan mengakibatkan bagaimana kualitas kehidupan. Itulah sebabnya, cara pandang orang yang optimis akan memiliki keinginan untuk melakukan pekerjaan yang lebih dari yang diminta. 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *