Corona dan Disiplin

Hari ketujuhbelas ramadhan 1442 H

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisa : 59)

Disiplin adalah sifat atau kemampuan yang dimiliki seseorang untuk taat dan mengendalikan diri, agar tetap mematuhi aturan yang telah disepakati. Disiplin yang berasal dari bahasa Yunani “discipline” mengandung makna latihan akan kesopanan, kerohanian sebagai pengembangan kepribadian. Orang berpendidikan selayaknya memiliki sifat yang terpuji yaitu disiplin.

Ciri utama orang disiplin antara lain, selalu mentaati peraturan, tepat waktu, hidup terjadwal dengan teratur dan selalu melaksanakan tugas dengan baik. Ciri-ciri ini dapat dikembangkan sepanjang tidak menyimpang dari kaidah disiplin itu sendiri.

Sebagai contoh. Saat ini Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih merajalela seluruh dunia. Hampir tidak ada negara yang terhindar dari covid-19. Semua warga Indonesia disibukkan dengan penyakit yang belum ada obatnya secara ces pleng. Virus seperti ini, pernah terjadi beberapa pada zaman Rasulullah saw, yang disebut Tha’un (wabah). Bahkan Rasulullah sendiri pernah bersabda : “Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salah satu pencegahan tersebarnya covid-19, yaitu dengan perilaku disiplin yang tinggi, sebagaimana anjuran pemerintah. Tanpa disiplin yang ketat, jangan berharap covid-19 akan lenyap dari Indonesia. Dalam menghadapi situasi seperti ini, yang perlu kita perhatikan bersama adalah meningkatkan kepatuhan. Baik kepatuhan kita pada Allah dan Rasul-Nya maupun kepatuhan kita kepada pemerintah. 

Kepatuhan kepada Allah dan rasulnya dapat diujudkan dengan zikrullah. Menjalankan perintah, menjauhi larangan-Nya. Adapun ketaatan kepada pemerintah (Ulul Amri) dapat disikapi dengan melaksanakan perintah tanpa banyak alasan. Masih banyak di lingkungan kita, tidak mengindahkan himbauan pemerintah dalam menurunkan angka penyakit covid-19

Marilah kita sama-sama menghindari sifat sombong dan angkuh dalam menghadapi situasi seperti ini. Jangan sampai karena kesombongan tersebut malah menghilangkan kepatuhan kita pada himbauan pemerintah. Apa yang dihadapi hari ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh, semua orang harus berperan aktif.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *