Empat Tipe Kemarahan (2)

Ramadhan tahun 1441 H hari kesebelas

Oleh karena itu, penguasaan diri ketika marah amatlah penting. Filsuf besar Aristoteles pernah mengatakan, “Siapa pun bisa marah—marah itu mudah. Akan tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik bukanlah hal mudah.”

Saya ingin berbagi sebuah kiat atau tip berharga yang harus selalu Anda ingat bila Anda sedang marah. Kuncinya adalah SPP. Jangan salah, ini bukannya Sumbangan Pembinaan Pendidikan. SPP di sini berarti Stop–Pikir–Pilih!

Hal yang paling penting dalam tip ini adalah Langkah pertama yang harus segera Anda ambil adalah, STOP! Berhenti. Jangan berbuat apa-apa. Jangan bicara apa-apa. Kalau perlu, gigitlah bibir Anda! Dengan berhenti, Anda sebenarnya sedang mengembalikan kesadaran Anda ke titik semula. Setelah itu, turunkanlah emosi Anda. Diane Tice, psikolog dari Case Western University, yang meneliti strategi orang menurunkan amarah menemukan berbagai macam cara, antara lain pergi menyendiri, mendengarkan musik, menikmati pemandangan indah, berjalan kaki, berolahraga, dan relaksasi. Nabi Muhammad juga pernah memberikan tipnya, “Kalau kamu sedang marah padahal kamu berdiri, cobalah duduk, kalau belum reda, cobalah berbaring, atau mengambil wudhu.” Marah adalah sifat api dan akan padam karena air.

Ada 4 tipe orang yang berkaitan dengan amarah ini. Pertama, adalah orang yang cepat marah dan lambat sadar. Orang ini sangat berbahaya karena memiliki kecenderungan untuk merusak. Tipe kedua adalah lambat marah dan lambat sadar. Ini mungkin termasuk orang yang telmi (telat mikir). Tipe ketiga, adalah orang yang cepat marah dan cepat sadar. Orang seperti ini perlu melakukan latihan melakukan jeda dan meredakan kemarahan. Tipe keempat adalah orang yang lambat marah dan cepat sadar. Inilah orang yang telah melatih otot-otot proaktivitasnya dan menjaga kesadarannya setiap saat.

Mengendalikan marah adalah langkah terpenting dalam kepemimpinan. Kalau setiap orang dapat mengendalikan marahnya, dunia akan jauh lebih baik. Bukan itu saja, sebagian besar persoalan yang kita hadapi juga akan lebih mudah diselesaikan.

Sumber tulisan : Arvan Pradiansyah dalam Life is Beautiful.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *