Hari keduabelas ramadhan 1442 H

Sungguh yang paling mulia di antara kalian bagi Allah adalah kalian yang bertakwa. (Surat Al-Hujurat: 13).

Allah tidak mengatakan bahwa orang yang mulia adalah yang banyak ilmunya. Allah juga tidak menyebutkan bahwa orang yang mulia adalah yang paling banyak hartanya. Allah hanya mengatakan bahwa orang yang mulia adalah orang yang bertakwa. Ini menandaskan bahwa ilmu dan harta tidak ada artinya bila tidak dibarengi dengan ketakwaan.

Suatu ketika, Rasulullah pernah ditanya oleh sahabat, mengenai apa yang membuat orang dapat masuk surga. Beliau menjawab taqwallah wa khusnul khuluq (takwa kepada Allah dan kearifan perilaku). Beliau juga menjawab dua lubang. Maksudnya adalah mulut dan kemaluan. Dua lubang inilah sebagai tanda atau sinyal hendak kemana manusia selanjutnya. Ada orang yang mudah masuk surga. Ada orang yang gampang ke neraka. Itulah dua lubang.

Akhlak datang dari bimbingan Rasulullah. Akhlak merupakan sebuah sistem tata sosial. Tata krama, sopan santun dan lain-lain. Baik yang berhubungan dengan Allah atau yang berhubungan dengan sesama makhluk. Inti dari ajaran Islam adalah terbentuknya akhlak yang mulia, budi pekerti yang luhur.

Ketika menjadi Nabi, dengan wahyu yang diterimanya menyerukan kepada umat, beliau menyampaikannya dengan cara-cara yang santun, tegas, dan taktis. Reformasi sosial pun terjadi, semula dari masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang berperadaban.

Oleh karenanya, sebagai umat nabi Muhammad saw kita harus mengusahakan berperilaku seperti beliau. Suri tauladan yang beliau contohkan tidak ada duanya. Malaikatpun, yang dikenal sebagai makhluk yang bersih, tunduk dengan perilaku Rasulullah. Karena beliau adalah manusia pilihan Allah.

Hidup mulia adalah idaman semua manusia. Namun untuk meraihnya dibutuhkan niat, usaha dan pengorbanan. Tidak sedikit manusia tergelincir bukan karena jalannya yang terjal, tapi justru menemukan kehidupan yang serba enak, tapi tidak berkah.

Untuk meraih hidup mulia memerlukan latihan. Kehidupan inipun sebenarnya adalah sarana berlatih. Berlatih kedisiplinan, kesabaran, tidak banyak mengeluh. Latihan adalah sarana yang ampuh untuk menggembleng diri. Ditengah ketidakpastian ekonomi, kita sudah terbiasa dengan pola hidup sederhana. Ditengah hingar bingar kemajuan teknologi komunikasi, kita sudah terlatih untuk tidak terkejut. Itulah akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah. Dengan akhlak yang karimah dan ketakwaan kepada Allah swt, hidup mulia niscaya akan tergenggam.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *