Iblis, Setan, dan Jin

Hari keduapuluhsatu ramadhan 1442 H

Iblis dalam etimologi bahasa Arab diambil dari kata balasa yang artinya tidak mempunyai kebaikan sedikit pun (man la khaira ‘indah). Sebagian pakar bahasa Arab ada pula yang mengatakan diambil dari kata ablasa yang berarti putus asa. Hal ini dimaksudkan karena iblis telah berputus asa dari rahmat Allah. Menurut riwayat, dahulu iblis bernama Naail atau sebagian riwayat mengatakan Azazil. Setelah dikutuk Allah, ia dipanggil dengan nama iblis.

Iblis

Dalam al-Qur’an Iblis disebut sebanyak 10 kali. Iblis diciptakan dari api. Asal mula iblis dari golongan Jin. Namun belum tentu Jin itu Iblis. Dahulu, ada makhluk yang bernama Naail atau Azazil. Makhluk ini sangat saleh diantara malaikat. Suatu ketika, Allah berfirman, ada diantara malaikat yang akan menjadi Iblis. Ternyata Naail ini lupa tidak berdoa untuk dirinya sendiri. Akhirnya Naail menjadi iblis.

Di dunia ini, tugas iblis adalah menjalankan perannya untuk menjauhkan manusia dari Allah. Mereka memiliki tipu daya yang memikat agar manusia terjerumus dan mengikuti golongan iblis. Makhluk Allah yang tidak bisa mati sampai hari kiamat, memiliki jumlah yang sangat banyak. Mereka hidup dialamnya sendiri.

Setan

Kata setan, disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 88 kali dama 35 surat. Setan berasal dari kata syathana yang berarti jauh. Setan juga dapat berasal dari kata syathona yang artinya jauh. Sehingga setan bermakna jauh dari rahmat Allah. Misi setan adalah menggoda manusia. Iblis itu nenek moyangnya Jin, manusia nenek moyangnya Adam, sedangkan setan adalah sifat. Sifat yang ada du dimensi, yaitu dimensi jin dan dimensi manusia.

Minal jinnati wannas dapat berfungsi sebagai setan. Manusia dapat pula menjelma menjadi setan. Ukurannya sangat mudah. Apabila Anda pernah membujuk teman ataupun orang lain untuk berbuat tidak baik, maka sudah dikatagorikan sebagai setan.

Jin

Jin disebutkan dalam al Qur’an sebanyak 32 kali. Jinn berarti yang tersembunyi, tertutup. Berasal dari kata majnun (manusia yang tertutup akalnya), janin (bayi yang masih dalam kandungan), al junnah (perisai), junnah (orang munafik, janan (kalbu manusia).

Jin adalah satu bangsa seperti halnya manusia. Tidak semua jin menyesatkan. Ada pula jin yang saleh dan beriman. Allah menciptakan jin terlebih dahulu sebelum Adam. Jin juga menjadi penghuni pertama di bumi sebelum manusia. Namun sebagaimana halnya manusia, jin juga melakukan pertumpahan darah dan kerusakan. Yang paling terkenal adalah jin ifrit, yaitu jin yang mampu berubah rupa maupun bentuk. Jin ifrit termasuk dari golongan yang paling cerdik dan kuat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *