Hari keduapuluh ramadhan 1442 H

Sungguh dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (Ali Imran [3] : 190)

Kata kerja ikhtilaf berasal dari kata kerja khalifa (pengganti), menjadi di belakang, perbedaan pendapat. Pada ayat di atas, Ikhtilaf dimaksudkan untuk memberi informasi tentang pergantian malam dan siang secara terus menerus. Pergantian ini terjadi secara berurutan. Artinya yang masing-masing akan terjadi sesudah yang lainnya, tanpa saling mendahului.

Terjadinya siang dan malam hari disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya. Sebagian mengalami suasana siang hari, sebagian lainnya mengalami malam hari. Akibat lainnya adalah bumi mengitari matahari dalam waktu satu tahun. Akan berakibat pada pergantian musim di belahan bumi tertentu. Di negara-negara tropis, hanya mengenal dua musim yaitu kemarau dan penghujan. Sementara daerah lainnya akan mengenal 4 macam musim.

Manfaat terjadinya pergantian siang dan malam hari antara lain, manusia dapat istirahat pada malam hari. Istirahat sangat diperlukan untuk kesehatan tubuh, yaitu agar di siang hari dapat bekerja dengan keaadaan tubuh yang lebih segar. Faedah lainnya antara lain, meredakan rasa nyeri, menurunkan resiko terjadinya cedera, memperbaiki suasana hati, mengontrol berat badan, meningkatkan daya ingat, dan meningkatkan system kekebalan tubuh.

Istirahat atau tidur yang cukup merupakan kebutuhan dasar bagi kesejahteraan dan kesehatan. Sekitar sepertiga hidup manusia dihabiskan dalam kondisi tidak sadar yang dikenal tidur. Tidur merupakan kondisi yang aktif untuk memperbaharui mental dan fisik. Dapat tidur nyenyak merupakan nikmat yang diinginkan oleh setiap manusia. Dengan tidur nyenyak, maka rasa lelah menjadi sirna, dan tubuh terasa segar kembali.

Pergantian siang dan malam hari dapat pula menyebabkan kehidupan di bumi ini merata. Bila bumi tidak berputar pada porosnya, maka bagian yang menghadap matahari akan terus berada dalam keadaan terang. Daerah ini lama-kelamaan akan menjadi kering, karena cairan akan menguap. Pada akhirnya akan menimbulkan daerah yang tandus. Hal ini akan berdampak negatif pada kawasan tersebut.

Sebaliknya ada wilayah yang membelakangi matahari terkena gelap gulita terus-menerus. Cuaca menjadi dingin dan terus semakin dingin. Air akan membeku, dan tidak dapat dimanfaatkan makhluk hidup. Akibat lebih jauh, kehidupan akan musnah.

Pergantian malam dan siang secara terus menerus merupakan karunia Allah, bagi semua makhluk. “Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar (dalam orbitnya), dan tlah menundukkan malam dan siang bagimu.” (Ibrahim [14] : 33). Apa yang diciptakan Allah selalu sarat dengan makna dan manfaat bagi makhluknya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *